Jejak Perjalanan Warga Bekasi Yang Positif Covid 19 di Ambon Ditelusuri

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy memberikan keterangan pers di Kantor Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Ambon, Minggu (22/3/2020) terkait Covid-19. FOTO : ALFIAN SANUSI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Seorang warga Bekasi, Jawa Barat yang dirawat di RSUD Dr. Haulussy Ambon positif terpapar virus corona atau Covid-19.  Ia kini diisolasi di RSUD Haulussy.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan warga Bekasi ini datang dari Jawa Barat bersama sejumlah rekannya ke Kota Ambon. Pekerjaan sebagai seorang kontraktor  yang akan membangun sebuah toko di Ambon. Namun sayanya sebelum proyek itu berjalan ia sudah harus diisolasi di RSUD Haulussy dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) arena diduga terkena virus corona.

“Dia datang dari Jawa barat dengan sejumlah temannya, sebagai kontraktor untuk membangun sebuah toko di Ambon,” kata Walikota dalam jumpa pers di Kantor Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Ambon, Minggu (22/3/2020).  Jumpa pers ini dilakukan menyusul hasil uji sampel di Pusat Laboratorium Kementerian Kesehatan RI Jakarta yang menyebutkan pria asal Bekasi itu positif Covid-19.

Walikota mengaku, saat ini pemerintah akan mengambil langkah tracking atau pelacakan untuk menelusuri tempat-tempat saat korban berada di Kota Ambon, mulai dari Bandara Pattimura hingga hotel dan dengan siapa saja ia berkomunikasi di Kota Ambon. Di Ambon, korban diketahui menginap di Hotel Amaris kawasan Urumesing.

Loading...

Pelacakan ini kata Richard, sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam pencegahan penyebaran virus corona lebih luas lagi di Kota Ambon. Sebab lanjut Richard virus ini sangat mudah sekali penyebarannya.

“Pemerintah Kota Ambon dan Provinsi Maluku telah mengambil langkah traking sesuai mekanisme. Kita akan mulai dari tempat tinggal dia pertama kali waktu berada di Ambon, transportasi yang digunakan, monitoring dengan siapa saja dia berhubungan, dan tempat makan,” kata Richard.

Richard meminta kepada masyarakat Kota Ambon yang pernah berhubungan dengan korban maupun rekannya untuk segera melaporkan ke Dinas Kesehatan agar bisa dipantau kesehatannya.”Kalau ada masyarakat yang pernah berhubungan dengan dia maupun temannya maka silahkan laporkan ke Dinkes supaya kita bisa pantau dengan baik,” ujar Richard.

Richard mengatakan, di Kota Ambon saat ini sudah ada delapan orang dalam pengawasan (ODP), dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu orang warga Bekasi positif corona, dengan jumlah keseluruhan 11 orang.

Dia merincikan dari 11 orang tersebut, empat orang berada di Kecamatan Sirimau diantaranya, dua ODP dan dua PDP. Satu orang di Teluk Ambon, lima orang di Baguala, termasuk satu yang positif corona. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *