Jelang Hari Pembersihan Dunia Ada Sampah Kosmetik Kedaluwarsa Juga Tiket Parkir Bandara

by
Produk kosmetik lulur dan pelembab kulit ditemukan berceceran di salah satu sisi jalan unjung landasan Bandara Pattimura Ambon, (14/9). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sampah kosmetik kedaluwarsa dan tiket parkir bandara ditemukan di Jalan Provinsi ujung landasan Bandara Pattimura Ambon.

Sampah-sampah berupa botol berisi pelembab kulit dan lulur itu tampak seperti permadani yang menutupi salah satu sisi jalan di situ. Pemandangan ini memang bukan hal baru. Namun jika diteliti, ada ragam jenis sampah yang tak lazim dibuang orang tak bertanggungjawab.

 

Seperti yang dijumpai wartawan Senin siang, (14/9/2020). Ada ratusan produk kosmetik dengan tanggal penggunaan telah lewat waktu. Botol-botol itu dibuang begitu saja di sisi barat jalan.

sampah tiket parkir juga dibuang di situ

Seorang warga yang dijumpai di lokasi pembuangan sampah mengatakan banyak orang yang datang dan membuang sampah di situ. “Katong jaga pilih sampah botol-botol dari yang orang biasa buang. Dong buang sore-sore di situ,” ujar warga tersebut.

Loading...

500 meter dari lokasi ke arah timur atau area perkampungan belakang bandara, juga ada tumpukan sampah lain. Ini lokasinya sedikit lebih luas dan lapang. Tidak ada rumah warga berdekatan di sekitar situ. Hanya tanah kosong dekat tanggul bandara. Di situ ada beberapa anak yang mencari sampah.

Meski bukan sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) namun ada banyak material bangunan seperti kaca, plafon, tripeks, gabus, gipsum yang dibuang di dekat bandara. Material itu dipastikan bersumber dari pengerjaan renovasi bangunan. Sebab dari observasi wartawan di lokasi ada banyak serpihan dinding bangunan yang juga dibuang di situ. Bahkan di situ juga ditemukan ada puluhan ikat karcis parkir bertuliskan Tiket Parkir Angkasa Pura.

Seorang warga di Negeri Laha yang enggan menyebutkan namanya mengatakan pernah menemukan sampah berupa sisa kotak makan penumpang pesawat yang dibuang di situ. Namun dari pantauan wartawan tadi, di lokasi dominan material bangunan, karcis dan botol-botol.

“Beta pernah turun dan korek-korek itu tumpukan sampah demi tahu itu sampah apa. Beta temukan sampah itu berulang-ulang. Tapi ya semoga dalam tahun ini sudah berbenah,” aku seorang warga kepada wartawan.

Hal ini menjadi ironi di kota yang acap kali menyabet penghargaan adipura. Bahkan jelang World Clean up Day atau hari pembersihan sedunia pengelolaan sampah masih buruk. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *