Jelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Mulai Bermunculan di Ambon

by
Bintaro tengah mengawasi sapi-sapi milik Haji Amirnas di Lapangan Hatukau, Galungung, Kota Ambon. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah Tahun 2021, penjual hewan kurban mulai bermunculan di Kota Ambon.

Penjual hewan kurban untuk jenis sapi dan kambing ini sebagaimana terlihat di kawasan pinggiran JL. Jenderal Sudirman maupun Lapangan Hatukau, Galunggung, Ambon.

Bintaro, pria yang menjaga sapi-sapi milik Haji Amirnas mengatakan, saban tahun setiap jelang Idul Adha, pasti majikannya mendatangkan sapi dari Pulau Seram untuk di jual di Kota Ambon.

Saat ini, jumlah sapi yang didatangkan terbilang lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemi Covid-19. “Yang ada saat ibi baru 15 ekor, kalau tahun-tahun sebelumnya lebih banyak bisa sampai 60 ekor yang didatangkan dari Pulau Seram,”bebernya saat diwawancarai Rabu (7/7/2021).

Untuk harga sapi yang dijual ini kata dia bervariasi, tergantung bobot sapi, ada yang dihargai Rp. 9 Juta hingga Rp. 15 Juta.

                               Emang, penjual kambing untuk dijadikan hewan kurban di Kota Ambon. Foto : terasmaluku.com

Sementara Emang, penjual kambing yang juga saban tahun selalu menjual hewan kurban jelang Idul Adha juga mengatakan hal serupa.

Akibat pandemi ini, dia memilih mendatangkan kambing terbaik dari Maluku Barat Daya (MBD) dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya disamping juga karena faktor cuaca dan mahalnya ongkos transportasi. “Kalau saya itu setiap tahun pasti jual kambing disini untuk hewan kurban,”tuturnya saat ditemui Rabu siang di sebuah lahan kosong di pinggiran JL. Jenderal Sudirman Ambon.

Saat ini, ditambahkan pria yang bermukim di kawasan Tantui ini, dia baru bisa mendatangkan 10 ekor kambing yang terlihat padat berisi untuk dijual.

“Harganya ya tergantung juga bobot kambing, ada yang seharga 2,8 Juta yang paling murah dan paling mahal itu 3 sampai 3 juta dua ratus per ekor,”ungkapnya.

Dipastikannya, kambing yang didatangkan dari MBD ini sudah disortir terlebih dahulu. Karena jika ada yang kondisinya sehat bar bisa diangkaut ke Ambon, jika tidak, maka dirinya tidak berani mengambilnya untuk dijual.

Dia berharap meski pandemi Covid-19 seeprti saat ini, penjualan mash bisa mendatangkan keuntungan. Apalagi Emang mengaku sudah cukup dikenal pelanggan. “Mudah-mudahan ada rejeki dari penjualan, seperti tahun-tahun kemarin, ya Alhamdulillah masih ada keuntungan meski pandemi,”tandasnya. (Ruzady)