Jelang Kampanye Akbar, KPU Bawaslu Dan Parpol Di Ambon Deklarasi Kampanye Damai

by
Kapolda Maluku, KPU Kota Ambon, Bawaslu dan Parpol menggelar deklarasi kampanye damai yang berlangsung di Monumen Gong Perdamaian di kawasan Jalan Slamet Riyadi Kota Ambon, Rabu (13/3/2019). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menjelang kampanye akbar Pemilu 2019, KPU Kota Ambon, Bawaslu dan Parpol menggelar deklarasi kampanye damai  dan sejuk di Kota Ambon. Deklarasi dipusatkan di Monumen Gong Perdamaian di kawasan Jalan Slamet Riyadi Kota Ambon, Rabu (13/3/2019) pagi.

Naskah deklarasi dibacakan Ketua KPU Kota Ambon, Marthinus Kainama dan Ketua Bawaslu Kota Ambon, M. Jen Latuconsina dan diikuti pimpinan  Parpol peserta Pemilu 2019. Hadir juga dalam deklarasi ini adalah Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, bersama jajarannya.

Dalam deklarasi ini, KPU, Bawaslu dan pimpinan Parpol menyatakan akan menggelar kampanye secara damai dan sejuk serta menjunjing tinggi netralitas sebagai penyelenggara pemilu di Kota Ambon.

Berikut naskah deklarasi kampanye damai.  

  1. Senantiasai bersama-sama seluruh komponen masyarakat untuk membangun dan menciptakan kondisi damai di masyarakat serta mengedepankan kemitraan dengan instansi terkait.
  2. Menjunjung tinggi netralitas sesuai kode etik dari penyelenggara maupun pengawas Pemilu.
  3. Mengajak peserta Pemilu untuk tidak melakukan kampanye hitam berupa isu SARA, ujaran kebencian dan memecah belah bangsa.
  4. Mari bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Provinsi Maluku dalam upaya mensukseskan Pemilu Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk.

 

Deklarasi Kampanye Damai di Ambon

Ketua KPU Kota Ambon Marthinus Kainama mengatakan deklarasi ini dalam rangka Pemilihan Umum Legislatif dan Pemiliha Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 yang aman dan damai, serta meningkatkan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang kampanye rapat umum atau kampanye akbar.

“Deklarasi kampanye damai ini merupakan program KPU, Bawaslu, bekerjasama dengan aparat kepolisian dan peserta Pemilu. Kita lakukan deklarasi,  karena tahun politik ini situasi politik memanas, banyak mucul kampanye-kampanye hitam, hoax, ujaran kebencian, dan ini harus dihindari saat kampanye akbar nanti,” kata Kainama.

Kainama mengatakan kampanye rapat umum atau kampanye akbar Pemilu yang dimulai 24 Maret hingga 13 April 2019 rawan konflik. Itu terjadi karena banyaknya Parpol peserta pemilu dengan idiologi yang berbeda. Bahkan menurutnya  di internal Parpol sesama Caleg terjadi gesekan yang kuat pada setiap Daerah Pemilihan (Dapil).

“Karena itu deklarasi ini digelar agar Parpol peserta pemilu dan para Caleg menggelar kampanye secara damai, sejuk, tidak menggunakan cara- cara yang melanggaran aturan. Kampanye merupakan hal yang sangat strategis, sampaikan visi-visi program kerja sehingga menarik simpati masyarakat pemilih,” kata Kainama.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa dalam sambutannya meminta Parpol dan para Caleg untuk komitmen terhadap deklarasi kampanye damai. Peserta harus siap menang dan kalah bila tidak terpilih saat Pemilu nanti. Jika itu hal itu ditaati, menurut Kapolda tidak akan terjadi konfil saat Pemilu.

“Para Caleg harus siap menang dan siap kalah, itu harus disadari. Kalau kalah kan bisa ikut lagi nanti, menang juga tidak boleh sombong. Kalau bisa disadari saya yakin konflik-konflik,  gangguan sekecil apapun bisa diatasi,” kata Kapolda.

Kapolda juga menegaskan, jangan ada lagi provokator yang masuk ke Kota Ambon dan Maluku. Maluku menurutnya sudah sangat aman. Masyarakat juga jangan terprovokasi dan diado dompa saat Pemilu nanti. Pilihan politik  boleh berbeda, tapi setelah itu bersatu lagi.

”Dan kami TNI dan Polri siap mengamankan Pemilu agar berlangsung aman dan damai, tapi kami juga minta masyarakat tidak boleh terprovokasi, jangan muda diadu, perbedaan pilihan politik  itu biasa dalam demokrasi namun setelah itu tetap bersatu lagi,” kata Kapolda. (ADI)  

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *