Jelang Natal Dan Tahun Baru, Karantina Pertanian Hewan Kelas II Ternate Perketat Pengawasan

by
Aktivitas petugas karantina di Malut (Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, Ternate- Karantina Pertanian Kelas II Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) intensif memperketat pengawasan menjelang perayaan Natal 2020 maupun Tahun Baru 2021, terutama mengantisipasi pemasokan unggas di berbagai pelabuhan di daerah ini.

Kasi Karantina Pertanian Hewan Kelas II Ternate,  Setyawan Plamularsih di Ternate, Selasa, mengatakan pengawasan di pelabuhan dan bandara selalu diperketat, bukan hanya bertepatan dengan perayaan Natal maupun Tahun Baru karena intensif mengantisipasi adanya distributor memasok unggas dewasa.

Loading…

“Kita selalu ketat, tetapi masih ada saja yang melakukan tindakan pelanggaran seperti memasukan unggas dewasa yang sudah jelas dilarang dengan modus tertentu yang melanggar hukum,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pengawasan selama 2020, Karantina Pertanian menemukan banyak pelanggaran dan berhasil ditangani.

Selain itu, pelanggaran yang dilakukan apabila tidak disengaja, maka barang yang dibawa masuk akan ditolak atau dimusnahkan, sedangkan pemilik barang akan dibina agar tidak mengulang kembali. Jenis pelanggaran yang ditemukan yaitu unggas dewasa yang dibawa masuk ke Malut yang merupakan daerah bebas flu burung.

Di mana, jumlah unggas dewasa yang ditolak selama 2020 yaitu 176 ekor dan dimusnahkan sebanyak 214 ekor.

“Kita memmusnahkan karena tidak lengkap dokumen. Ada juga satu kasus sampai proses hukum karena membawa masuk ayam dengan modus mengelabui petugas,” kata Setyawan.

Dia mengatakan pelanggaran yang paling banyak terjadi saat ini, melalui pelabuhan Jailolo karena tidak ada petugas.

Terkait dengan daging babi, dia menjelaskan, di Malut tidak ada larangan untuk dipasok karena ada masyarakat yang makan, khususnya non muslim.

“Daging babi itu boleh masuk selama dokumen lengkap dan hanya untuk konsumsi bukan untuk dijual,” tandas Setyawan.(ANT)