Jelang Pelantikan Anggota DPRD se Maluku, Wakil Rakyat Minta Masyarakat Jaga Situasi Kondusif

by
Sekertaris Komisi A DPRD Maluku, Fredek Rahakbauw. FOTO (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Masyarakat di sebelas kabupaten dan kota se Maluku diminta tetap menjaga situasi keamanan yang kondusif menjelang pelantikan anggota DPRD kabupaten kota, dan anggota DPRD Maluku. Masyarakat Maluku juga harus bersatu kembali menghilangkan perbedaan pilihan politik yang terjadi baik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden maupun Pemilu Anggota Legislatif (Pileg) 2019. Anggota DPRD kabupaten dan kota serta DPRD Provinsi Maluku hasil Pemilu 2019 mulai dilantik September nanti.

“Dalam rangka proses pelantikan angota DPRD yang baru, baik DPRD kabupaten dan kota se Maluku, anggota DPRD Provinsi dan DPR RI hasil Pemilu, situasi keamanan di wilayah Maluku menurut saya sangat baik. Karena itu saya minta masyarakat tetap menjaga situasi kondusif ini jelang pelantikan anggota DPRD yang baru, agar semua proses berjalan aman dan lancar,” kata Sekertaris Komisi A DPRD Maluku, Fredek Rahakbauw dalam keterangan pers di Kafe Pilkada kawasan Jalan Sam Ratulangi Ambon, Selasa (27/8/2019).

 

Sebagai wakil rakyat, Fredek juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada aparat TNI dan Polri di Maluku yang sukses mengamankan agenda-agenda politik yang berjalan aman dan lancar. Meski situasi keamanan di Maluku kondusif , namun anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku ini meminta aparat TNI dan Polri agar tetap mengantisipasi setiap potensi dan kemungkinan gangguan keamanan di Maluku jelang pelantikan anggota DPRD.

Ia mengakui saat proses politik baik Pilkada Maluku 2018, Pilpres dan Pileg 2019, masyarakat terpecah pada pilihan politik masing-masing. Karena itu Fredek meminta masyarakat bersatu lagi untuk keberlangsungan proses pembangunan menuju masyarakat Maluku yang adil dan sejahtera.

Fredek juga minta masyarakat Maluku untuk tetap menjaga stabilitas keamanan menjelang proses Pilkada di empat kabupaten yakni, Kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru pada 2020. Menurutnya, situasi keamanan bukan saja menjadi tanggungjawab aparat TNI dan Polri tapi juga tanggungjawab bersama semua elememen masyarakat.

“Terutama masyarakat di empat daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 untuk tetap menjaga stabilitas keamanan. Mengapa demikian, karena stabilitas keamanan sangat penting untuk membangun Maluku demi kesejahteraan dan keadilan kita bersama. Karena itu sebagai masyarakat kita semua bertanggungjawab penuh terhadap situasi keamanan di daerah kita,” kata fungsionaris DPD Partai Golkar Maluku ini.

Selain itu, Fredek minta masyarakat di Maluku tidak terpancing dengan peristiwa di Papua. Menurut dia, biarlah orang Papua bersama pemerintah pusat dan aparat keamanan menyelesaikan sendiri persoalan yang terjadi di Papua. Apalagi saat ini situasi di Papua sudah kondusif lagi.

Freek juga minta masyarakat Maluku menggunakan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan berita hoak, dalam bentuk foto, video dan narasi yang bisa memprovokasi warga lainnya.

“Penyebaran berita hoak dalam bentuk narasi, foto dan video dapat merusak dan memprovokasi warga. Karena itu kami minta masyarakat jangan mudah percaya dengan berita-berita yang masih diragukan kebenarannya, kita harus menjaga persaudaraan di bumi Maluku,” kata Fredek. (ADI)