Jelang Pemungutan Suara, KPU Kota Tual Gelar Bimtek SITUNG Kepada Anggota PPK

Jelang Pemungutan Suara, KPU Kota Tual Gelar Bimtek SITUNG Kepada Anggota PPK

SHARE
KPU Kota Tual menggelar Bimtek Terpadu Pemungutan Dan Pengitungan Suara, Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pilkada kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Tual, di Balroom Safira Hotel, Kota Langgur, Selasa (5/6/2018).

TERASMALUKU.COM,-TUAL-Jelang pemungutan suara Pilkada 27 Juni  2018, KPU Kota Tual menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Pemungutan Dan Pengitungan Suara, Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Tual Tahun 2018. Bintem ini diberikan kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Tual, yang dipusatkan di Balroom Safira Hotel, Kota Langgur, Selasa (5/6/2018).

“Saya bersyukur karena partisipasi dan antusiasme teman-teman di PPK semuanya sangat luar biasa, ini dibuktikan dengan hadirnya anggota PPK dari semua kecamatan yang ada pada wilayah kami,” kata Ketua KPU Kota Tual  Ibrahim Faqih.  Menurut Faqih, Bimtek ini sangat penting, karena jika dipelajari dari pengalaman  sebelumnya, kegagalan pemilihan kepala daerah (Pilkada) itu biasanya berada saat pemungutan dan terlebih pada penghitungan suara.

“Mendekati hari H pelaksanaan Pilkada ini yang paling intens yakni kerja pada wilayah penyelenggara, karena itu saya sudah tegaskan bahwa setelah Bimtek tingkat PPK ini, maka KPU Kota Tual juga akan melaksanakan Bimtek yang sama untuk teman-teman di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Faqih.

Faqih menjelaskan, selain Bimtek untuk PPK, pihaknya juga akan fokus kepada jajaran dibawah yakni PPS dan KPPS terkait teknis pemungutan pada tingkat desa pada 5 Kecamatan, (tiga di  wilayah pulau-pulau dan dua  wilayah daratan) di Kota Tual. “Kami bikin 5 titik di tiap kecamatan, kemudian KPPS kami kumpul disertakan juga PPK dan PPSnya kemudian kami lakukan Bimtek pungut-hitung suara. Kami akan fokus kesana,” ungkapnya.

Menurutnya, pungut-hitung adalah roh dari penyelenggaraan Pilkada, karena hasilnya harus seperti hasil penghitungan untuk menjaga kepercayaan publik. Faqih mengungkapkan, regulasi yang lama itu dijelaskan bahwa setelah pelaksanaan rapat pemungutan suara di tingkat TPS, kemudian oleh PPS selanjutnya kotak suara dan hasil rekapannya langsung diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), tanpa ada rekapan lagi di tingkat PPS. Regulasi tersebut masih berlaku sama dengan regulasi sekarang (2013-2018).

“Menariknya karena tidak ada rekapan di tingkat PPS, maka di PPK itu bisa dilaksanakan rekapan paralel. Paralel yang dimaksud adalah biasanya kita di PPK itu dari pemilu-pemilu sebelumnya, rekapan itu hanya dilakukan dalam satu rapat pleno saja. Kemudan rapat pleno tersebut dilakukan perekapan terhadap seluruh suara dari setiap TPS yang ada di desa-desa tertentu langsung dilaksanakan saat itu juga di tingkat PPK” ujarnya.

Diharapkan seluruh anggota PPK yang mengikuti Bimtek Situng ini akan lebih paham dan professional. Bimtek bukan hanya pemberian materi-materi yang bersifat dialog dan ceramah, namun ada simulasi juga tentang bagaimana mengisi formulir-formulir berita acara pada setiap tingkatan untuk proses pungut-hitung ini.

“Saya berharap teman-teman PKK yang sudah mengikuti Bimtek, mereka akan lebih paham dan profesional, dan kalau kita lakukan Bimntek lagi beberapa hari kedepan maka mereka akan jauh lebih paham, sehingga pekerjaan mereka bisa dipertanggungjawabkan,” tukasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kota Tual agar berpartisipasi aktif untuk mengawasi, memantau, memberikan masukan, memberikan kritik yang sifatnya membangun dan disertai solusi kepada penyelenggara, baik itu KPU maupun jajaran dibawahnya yakni PPK, PPS maupun KPPS tentang kegiatan pelaksanaan pungut-hitung pada 27 Juni 2018. (AS)