Jelang Pemungutan Suara, KPU Tual Gelar Bimtek Bagi PPS dan KPPS

by
Ketua KPU Ibrahim Faqih menyampaikan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi PPS dan KPPS se Kecamatan Dullah Selatan dan Dullah Utara di Aula Pendopo Yarler Kota Tual, Rabu (20/6/2018). FOTO : AS (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-TUAL- Menjelang pemungutan suara Pilkada langsung 27 Juni 2018, KPU Kota Tual menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se Kecamatan  Dullah Selatan dan Dullah Utara di Aula Pendopo Yarler Kota Tual. Bimtek berlangsung empat hari, sejak Minggu (17/6/2018) hingga Rabu (20/6/2018).

Dalam Bimtek tersebut, KPU Kota Tual memberikan simulasi terkait pencoblosan dan penghitungan suara. Materi Bimtek disampaikan  Ketua Divisi Teknis KPU Kota Tual  Rifai Rumaf dan Ketua KPU  Ibrahim Faqih. Rifai Rumaf mengatakan pihaknya sudah menggelar  Bimtek KPPS dan PPS sejak tanggal 11 sampai tanggal 20 Juni di empat Kecamatan. “Jadi tanggal 11 sampai dengan 15 itu dilakukan di Kecamatan Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan, tanggal 17 sampai dengan 20 itu digelar di Kecamatan Dullah Selatan dan Dullah Utara,” kata Rumaf.

Loading...

Menurut Rumaf, untuk Kecamatan Tayando Tam, Bimtek akan digelar  Sabttu (23/6/2018) dan langsung dilakukan Ketua KPU KotaTual Ibrahim Faqih. Terkait hal yang membedakan dalam pemungutan dan penghitungan suara dari regulasi sebelumnya, menurut Rumaf ada beberapa hal yang membedakan. Yakni terkait pengisian form C-1, dimana pada pemilu sebelumnya tidak ditampilkan pemilih disabilitas, namun saat ini ada jumlah pemilih disabilitas.

“Selain  itu adanya ketentuan menyangkut mekanisme dan tata cara yang ditempuh oleh pemilih dalam menggunakan hak pilih baik penggunaan KTP bagi yang tidak terdaftar dalam DPT, maupun tindak lanjut atas surat KPU 574 KPU tertanggal 8 Juni 2018 tentang Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan 2018, dimana mana memberikan kelonggaran dalam penggunaan hak pilih, pemilih yang terdaftar dalam DPT cukup dengan C6 kalau tidak bisa menunjukan KTP atau Suket,” kata Rumaf.

Rumaf mengharapkan peran serta semua komponen masyarakat dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan pemilihan dan penghitungan suara terutama hal-hal yang dilakukan oleh KPPS.“Dalam setiap Bimtek kami juga telah menegaskan agar KPPS juga Istiqomah pada regulasi Pilkada terutama  pengimplementasian PKPU Nomor 8 tentang pemungutan dan penghitungan suara,” kata Rumaf.(AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *