Jelang Pilkada Maluku, Pimpinan Umat Beragama Deklarasi Cinta Damai

by
Pimpinan Umat Beragama Maluku berfoto bersama Menag RI Lukman Hakim Saifuddin usai deklarasi Cintai Damai di MCM Kota Ambon, Senin (5/3). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Menjelang Pilkada serentak 27 Juni 2018, lima pimpinan umat  beragama di Provinsi Maluku mendeklarasikan Cinta Damai yang berlangsung di Balai Pertemuan  Maluku City Mall (MCM) Tantui Ambon, Senin (5/3). Deklarasi Cintai Damai ini dibacakan Ketua MUI Maluku Ustad Abdullah Latuapo yang didampingi empat pimpinan  umat beragama lainnya.

Deklarasi ini  digelar di sela – sela Rapat Kerja Wilayah Kantor Kementerian Agama Maluku yang dihadiri Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin dan disaksikan PLT Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara, perwakilan Kodam 16 Pattimura serta ribuan Aparat Sipil Negara Kementerian Agama Maluku.

“Kami para pimpinan lembaga keagamaan Provinsi Maluku dengan penuh kesadaran bertekad untuk mewujudkan kedamaian, toleransi dan kerukukan serta tidak terpengaruh oleh  isu politik yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian isi Deklarasi Cinta Damai yang dibacakan Latuapo.

BACA JUGA : Menteri Agama Hadiri Rakorwil Kemenag Maluku dan Deklarasi Pilkada Damai

Saat pembacaan deklarasi ini, Latuapo didampingi Wakil Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Pendeta WB. Pariama, Sekertaris Keuskupan Amboina Pastor Inno Ngutra, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Maluku Nyoman Sukadane dan Ketua Walubi Maluku Wilhelmus Jauwerissa. Usai deklarasi, lima pimpinan umat beragama Maluku menandatangani piagam deklarasi Cinta Damai.

Selain lima pimpinan lembaga keagamaan Provinsi Maluku, piagam deklarasi Cinta Damai juga ditandatangani Menag Lukman Hakim Saifuddin, PLT Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara, yang mewakili Kodam 16 Pattimura serta Kepala Kanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad.

Menag Lukman mengapresiasi deklarasi damai yang dilakukan pimpinan umat beragama di Maluku. Menurutnya, pimpinan umat beragama memiliki peran penting untuk meredam isu – isu SARA dan ujaran kebencian di tengah masyarakat apalagi jelang Pilkada.

Ia berharap dengan  deklarasi cinta damai  ini masyarakat Maluku semakin kuat menjaga nilai – nilai kebersamaan, toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan diadu domba oleh kepentingan politik yang berbeda.

“Jangan kita mudah terprovokasi dengan kepentingan politik Pilkada, jangan kita mudah diadu domba oleh kepentingan politik yang berbeda. Pilihan boleh berbeda namun persaudaraan, kerukunan, perdamaian harus tetap terjaga karena itu hakekat kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” kata Menag Lukman.

Di Pilkada serentak, Provinsi Maluku selain menggelar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Maluku juga menggelar  Pilkada Kota Tual dan Pilkada Maluku Tenggara. Berdasarkan versi aparat keamanan dan Bawaslu RI,Pilkada Kota Tual paling rawan di Indonesia, sedangkan Pilgub Maluku dengan tingkat kerawanan nomor lima se Indonesia. (ADI)