Jembatan Alternatif Laimu Ambruk, Akses Jalan di Seram Selatan Terputus

by
Sebuah alat berat dikerahkan untuk menarik truk tronton yang mengevakuasi kendaran di sungai Laimu, akibat ambruknya jembatan darurat. FOTO : IST (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Jembatan  alternatif di Negeri Laimu Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ambruk dihantam banjir pada Sabtu (1/7),  menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah itu.  Akibatnya, akses jalan  lintas Pulau Seram di  wilayah Seram  Selatan putus total.

Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com dari warga Laimu menyebutkan, kendaraan roda dua dan empat, serta  penumpang arus balik Lebaran terpaksa dievakuasi dengan menggunakan alat berat melewati sungai yang deras di wilayah itu.  ”Satu unit alat berat dikerahkan untuk menarik truk tronton yang sedang mengevakuasi sejumlah kendaraan baik roda dua maupun empat, arus balik lebaran  tujuan Kota Masohi,” kata warga Desa Laimu, Ongky Parmin, saat dihubungi Selasa (4/7).

Ia mengatakan, truk tronton tersebut ditarik oleh alat berat excavator untuk melewati derasnya air   sungai Laimu itu. Truk tronton  tersebut bahkan  nyaris terbawa arus banjir yang sangat deras, sehingga baru bisa dievakuasi di sisi lain sungai dengan selamat sekitar satu jam. “Proses evakuasi berjalan sangat dramatis, karena truk tronton itu sempat tertahan beberapa waktu di tengah sungai  karena derasnya arus sungai, bahkan nyaris hanyut terbawa air,” ungkap Ongky.

Ia menyatakan, akses jalan lintas Pulau Seram untuk jalur Seram  Selatan putus total akibat ambruknya jembatan tersebut. Jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung di daerah itu. “Hanya ada jembatan alternatif yang dibangun warga secara swadaya untuk mempermudah akses perhubungan. Kini jembatan itu  sudah ambruk akibat banjir sehingga kendaraan tidak bisa lewat lagi,” ujarnya.

Setiap musim hujan selalu terjadi banjir yang membuat akses jalan terputus. Karena itu   Ongky  berharap, pemerintah dapat memperhatikan jembatan di wilayah-wilayah Seram Selatan, karena jalur lintas  Seram Selatan juga merupakan akses yang dilalui warga. (IAN)