John Ruhulessin : Kita Perlu Jalan Kontemplasi Bersama

by
Dr John Ruhulessin. FOTO : DOK. PRIBADI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Di tengah kondisi bangsa dan dunia yang masih terus bergumul dengan pandemi covid 19 yang telah mewabah sejak Maret 2020 lalu, ada pikiran menarik yang dilontarkan oleh Pdt Dr John Ruhulessin, salah seorang intelektual publik di Maluku. Menurut mantan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) ini, bangsa dan agama-agama membutuhkan suatu perenungan dan kontemplasi yang mendalam.

“Kita jangan larut terus dalam kepanikan dan kemarahan, termasuk marah kepada situasi yang ada. Yang kita butuhkan adalah sebuah suasana meditatif, perenungan diri yang mendalam” ungkap dosen Fakultas Teologi UKIM Ambon ini kepada kontributor Terasmaluku.com seusai memimpin ibadah minggu di sebuah gereja kecil di Jemaat GPM Halong Ambon, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, ibarat seseorang yang sedang terjebak di rawa-rawa, semakin ia bergerak ia makin terhisap ke dalam rawa. “Kita butuh ketenangan dan penguasaan atas kondisi yang ada. Para pemimpin maupun masyarakat jangan terus panik dan hilang harapan”tegasnya. Dengan tenang dan kontemplasi orang akan menemukan visi dan semangat baru untuk keluar dari situasi yang membingungkan dan mencemaskan saat ini.

Loading...

Khusus kepada umat Kristiani menjelang hari raya Natal, mantan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indoneisa (PGI) Wilayah Maluku ini mengajak para pelayan dan umat untuk makin mengandalkan Roh Kudus. “Kekuatan umat Kristiani bukan pada diri individu, tetapi pada Allah dan RohNya. Oleh sebab itu, dialog dengan Roh menjadi sangat penting dan hal itu dilakukan dalam suasana kontemplatif” ungkapnya.

Umat Kristiani di seluruh dunia akan memasuki minggu-minggu Adventus sejak akhir bulan November nanti. Minggu-minggu Adventus atau minggu penantian ini perlu diisi dengan perenungan diri serta rekomitmen untuk menjadi manusia yang lebih bermakna.

“Hampir setahun ini kita hidup dalam suasana yang tak menentu akibat pandemi covid 19. Olehnya momen-momen keagamaan seperti Adventus dan Natal nantinya mesti dapat dimaknai dengan sungguh-sungguh. Kita jangan larut dalam keramaian fisik semata tetapi kering makna spiritual,” ungkap Ruhulessin.

Ruhulessin yang kini dipercayakan menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Maluku ini, mengharapkan agar kondisi bangsa dan agama-agama makin membaik.

“Agama-agama terpanggil untuk mengusahakan kemaslahatan bersama. Agama-agama mesti menjadi kekuatan pembaruan di tengah-tengah masyarakat. Jalan kontemplasi merupakan jalan menuju aksi yang membebaskan dan mensejahterahkan manusia dan alam semesta,” pungkas Ruhulessin. (RR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *