Jumlah Sekolah UNBK di Maluku Meningkat

by
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio menggelar jumpa wartawan di kantornya, Jumat (2/3) terkait kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional di Maluku. FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-  Jumlah sekolah  yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Provinsi Maluku, April 2018 mendatang mengalami peningkatan yang signifikan. Dipastikan sebanyak 143 sekolah tingkat  SMA, SMK dan MA di Maluku  akan melaksanakan UNBK Tahun 2018.

Jumlah sekolah yang menggelar UNBK  ini meningkat dari tahun 2017 yang hanya  56 sekolah.  Sedangkan  SMA, SMK   dan  MA lainnya  masih menggelar  Ujian Nasional Berbasi Kertas dan Pensil (UNKP).

“Sebanyak 143 sekolah tingkat SMA, SMK dan MA siap menggelar UNBK Tahun 2018, jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun 2017 yang hanya 56 sekolah menggelar UNBK,” kata Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio dalam jumpa wartawan di kantornya, Jumat (2/3).

Menurut Thio,  jumlah siswa SMA dan MA di Provinsi Maluku yang akan mengikuti UNBK maupun UNKP sebanyak 25.197 orang yang tersebar di 332  sekolah. Sedangkan untuk tingkat SMK sebanyak  6.283 siswa dangan jumlah sekolah 109.

Thio merincihkan, dari jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK di Maluku, SMA dan MA berjumlah 82 sekolah, sementara  SMK ada  61 sekolah.  Untuk siswa SMA dan MA yang akan  ikut UNBK berjumlah 8.367 siswa sedangkan SMK berjumlah 4.785 siswa.

“Sedangkan  SMA dan MA yang masih menggelar  UNKP di Maluku  berjumlah 250 sekolah dengan jumlah siswanya 16.830 orang. Untuk tingkat SMK yang melaksanakan UNKP sebanyak 48 sekolah dengan jumlah siswa itu sebanyak 1.498 orang,” katanya.

Lalu bagaimana persiapan Ujian Nasional di Maluku,  baik UNBK maupun UNKP,  menurut  Thio, persiapannya sudah mencapai 99 persen. Persiapan yang dilakukan itu melalui try out serta persiapan lainnya sudah dilakukan menjelang Ujian Nasional.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PLN dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Nasional agar pada saat ujian semua berjalan lancar tidak ada gangguan teknis,” kata Thio. (IAN)