Kabid Humas : Satu Tewas, Tiga Terluka Akibat Bentrokan Warga Latu Dan Hualoy

by
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bentrokan antar warga Latu dan Hualoy Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Rabu (20/2/2019) pagi menewaskan seorang warga dan tiga lainnya luka tembak. Tiga unit bangunan sekolah yakni dua SD dan satu SMP juga dibakar massa dalam bentrokan ini. Satu unit SD berada di Desa Hualoy dan dua unit bangunan sekolah berada di Desa Tumalehu, yang berada di tengah-tengah kedua desa bertikai. Bentrokan juga menyebabkan dua unit rumah guru dan dua rumah warga ikut dibakar.

“Perlu kami sampaikan akibat bentrokan yang terjadi antara warga Desa Latu dan Hualoy, Rabu pagi menyebabkan seorang warga meninggal dunia, tiga lainnya terluka. Korban luka mengalami luka tembak dan kini sementara dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Piru, Kabupaten SBB,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu siang.

Ohoirat mengatakan situasi keamanan di kedua desa tersebut sudah berangsung kondusif. Aparat Kepolisian dan TNI sudah berhasil mengendalikan situasi. Jalan Trans Pulau Seram yang sempat ditutup akibat bentrokan warga juga sudah dibuka. Warga dan kendaraan sudah bisa melintasi jalan yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram itu.

Ohoirat mengatakan bentrokan pecah karena jumlah warga lebih banyak dari personil Kepolisian dan TNI. Ia mengakui setelah ketengan antar warga Latu dan Hualoy awal Januari 2019, Polda Maluku mendirikan pos pengamanan di kedua desa itu dengan menempatkan satu peleton personil Kepolisian. Namun lanjut Ohoirat, jumlah personil Kepolisian di pos pengamanan terbabatas, kalah jumlah dengan warga bertikai, sehingga aparat Kepolisian dan juga TNI tidak bisa berbuat banyak.

“Di Latu dan Hualoy itu ada pos pengamanan kita, dengan jumlah personilnya satu peleton. Namun karena jumlah warga yang bertikai banyak sekali sehingga anggota tidak bisa berbuat apa-apa, hanya mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan warga,” kata Ohoirat.

Untuk mencegah bentrokan susulan, menurut Ohoirat, Polda Maluku sudah menambah perkuatan pasukan ke lokasi bentrokan. Pasukan tersebut ditambah lagi dengan aparat TNI dan anggota Satgas Ypnif 711/Raksatama. “Tim dari Polda Maluku yang dipimpin Karo Ops Kombes Pol Gatot Mangkurat Putra dan sejumlah pejabat utama Polda Maluku sudah ke lokasi bentrokan. Tugasnya melakukan langkah-langkah meredam bentrokan dan pencegahan terjadinya bentrokan lagi,” kata Ohoirat.

Ohoirat juga mengatakan pemicu bentrokan antar warga ini merupakan kelanjutan dari ketegangan antar warga Latu dan Hualoy di Kota Ambon pada 3 Januari 2019. Saat itu warga Hualoy dibacok dan dikeroyok sejumlah warga. Pelaku pembacokan diduga warga Latu. Selepas peristiwa itu ketegangan antar dua negeri terjadi di daerah mereka.

Warga Hualoy juga sempat memblokir jalan Trans Pulau Seram di desa mereka sebagai bentuk protes karena terduga otak pelaku pembacokan warga Hualoy yang diketahui warga Latu belum tertangkap. Setelah warga Hualoy membuka barikade jalan, warga Latu juga memblokir ruas Jalan Trans Pulau Seram yang kemudian dibuka lagi.

“Padahal beberap waktu lalu situasi kedua desa sudah kondusif, tidak blokir jalan lagi. Namun hari ini mereka terlibat bentrokan, mereka menggunakan senjata api, ada ledakan bom, hingga ada korban jiwa dan harta benda. Itu yang kami sesalkan, padahal situasi sebelumnya sudah aman-aman,” kata Ohoirat.

Ohoirat juga meminta warga kedua negeri itu untuk menahan diri, tidak ada terprovokasi lagi. Karena menurutnya, warga kedua negeri saling bersaudara. Apalagi saat ini menjelang Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

“Kami mengimbau warga Latu dan Hualoy untuk menahan diri, jangan terprovokasi dari pihak-pihak tidak bertanggungjawab, hentikan konflik. Tidak ada yang menang dan kalah dari konflik ini, dan yang terjadi dua-dua jadi korban,” kata Ohoirat. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *