Kabupaten Gowa, Kembali Integrasikan Penduduknya Dalam Program JKN-KIS

by
Penandatanganan Kerjasama Integrasi Jamkesda Kabupaten Gowa, Jumat (29/9).

Dalam rangka mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), peran Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan hadir dalam upaya meningkatkan kualitas program JKN-KIS sesuai dengan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Saat ini sudah banyak Pemda yang mengintegrasikan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), dan Pemerintah Kabupaten Gowa kembali turut serta mengintegrasikan program tersebut ke skema JKN-KIS.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa, dengan mengintegrasikan program ini. Besar harapan kami, di akhir tahun 2017 ini program Jamkesda seluruh Kabupaten/ Kota khususnya di wilayahan Sulawesi Selatan dapat terintegrasi dalam Program JKN-KIS, dan seluruh Pemerintah Daerah dapat mendukung terwujudnya Universal Health Coverage bagi penduduk di daerah masing-masing melalui Program JKN-KIS, sehingga program ini dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh Rakyat Indonesia,” kata  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar,  Unting Patri Wicaksono,  saat Penandatanganan Kerjasama Integrasi Jamkesda Kabupaten Gowa Jumat  (29/9).

Peserta Jamkesda Kabupaten Gowa yang telah diintegrasikan dalam Program JKN-KIS berjumlah 122.246 jiwa. Sehingga total kepesertaan JKN-KIS Se-wilayah Kabupaten Gowa pada tahun 2017 adalah 485.217 jiwa. Dalam memenuhi aspek portabilitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS, di wilayah kerja Kabupaten Gowa terdapat 41 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah Kabupaten Gowa serta Fasilitas Kesehatan di wilayah lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sesuai dengan prosedur yang berlaku, siap mendukung pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS termasuk integrasi Jamkesda di Kabupaten Gowa yang diamanahkan kepada BPJS Kesehatan.

“Pemda menjadi tulang punggung implementasi program strategis nasional, termasuk di dalamnya Program JKN-KIS. Dukungan dan peran serta Pemda sangatlah menentukan dalam memaksimalkan program JKN-KIS, setidaknya terdapat tiga peran penting diantaranya memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan peningkatan tingkat kepatuhan,” kata Unting.

Unting menambahkan, pertumbuhan peserta Program JKN-KIS terbilang cukup pesat. Memasuki tahun ke-empat dalam mengelola jaminan kesehatan, jumlah kepesertaan JKN-KIS telah mencapai lebih dari 182 juta jiwa atau hampir mencapai 71 persen  dari total penduduk Indonesia. Dan hingga saat ini 470 Kabupaten/Kota di Indonesia, telah mengintegrasikan Jamkesda-nya ke BPJS Kesehatan dengan jumlah kepesertaan 17 juta jiwa.

“Saat ini peran serta Pemda sangat strategis bukan hanya dari sisi pembiayaan, namun bagaimana mengoptimalkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, dan kami siap untuk bekerja bersama-sama,” ujar Unting. (ADVETORIAL)