Kader PDIP Maluku Dilarang Kampanye Berbau SARA

by
Edwin Huwae

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku Edwin Huwae, menegaskan seluruh kader PDIP di Maluku untuk tidak mengkampanyekan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Pilgub Maluku 2018. Sebab kampanye terkait isu SARA dapat menyebabkan konflik di Pilkada serentak nanti.

“Kepada seluruh kader Partai PDI Perjuangan Maluku untuk tidak mengkampanyekan yang berkaitan dengan isu SARA, itu sangat dilarang sekali oleh Ketua Umum Partai (Megawati Soekarnoputri),” kata Huwae kepada wartawan usai Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP Maluku di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (13/1).

Edwin yang juga Ketua DPRD Maluku ini  mengatakan, jika ada kader yang diduga terlibat memainkan isu SARA, maka akan ditindaklanjuti secara hukum  sesuai dengan bukti yang ada. “Kalau ada kader partai yang terlibat isu SARA maka kita butuh bukti agar dapat memberikan hukuman yang tegas. Karena kita sudah dihimbau Ibu Ketua Umum untuk tidak memainkan isu SARA,” katanya.

Ia juga menegaskan kepada seluruh kader PDIP Maluku harus taat kepada instruksi partai untuk  memenangkan calon yang diusung PDIP dalam Pilgub Maluku yakni Murad Ismail dan Barnabas Orno. Jika ada kader  partai yang dengan sengaja tidak patuh maka akan dikenakan sanksi yang tegas. “Seluruh kader partai harus taat kepada rekomendasi yang ditetapkan, dan akan dipecat kalau melawan setiap rekomendasi partai yang mengusung calon kepala daerah,” kata Huwae.

Huwae  menyatakan, sanksi tegas diberikan kepada seluruh kader yang membangkang. Sanksi ini bukan hanya sebuah gertakan saja, tetapi akan ditindak jika memang kader tersebut tidak taat kepada instruksi partai. “Ancaman ini bukan sebuah gertakan, buktinya kita pecat kader di Kabupaten Buru yang melawan, hanya saja kita tidak menyampaikan  ke media saja,” terangnya. (IAN)