Kadis Kesehatan : 92 orang di Kepulauan Tanimbar positif COVID-19

by
Ini dia alat rapid test di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Ambon untuk uji sampel orang dari hasil tracking pasien positif, (14/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sedikitnya 92 orang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku positif terpapar COVID-19 berdasarkan hasil tes usap, demikian data yang dirilis oleh Satuan Tugas COVID-19 Kluster Kesehatan Provinsi Maluku.

“Sebanyak 103 dari 365 orang yang pada Rabu (25/11/2020) dites usap itu yang hasilnya sudah keluar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar,  dr Edwin Tomasoa di Saumlaki, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (26/11/2020).

Ia menambahkan dari 103 orang itu, ada beberapa yang sudah positif di mana yang paling banyak adalah pegawai Dinas Kesehatan dan tenaga medis di puskemas.

Termasuk yang paling banyak itu pegawai Puskesmas Saumlaki, Puskesmas Lorulun, dan pegawai di kantor Dinas Kesehatan,” katanya.

Namun, kata dia, perinciannya belum bisa dipublikasikan karena ada kesepakatan dengan Satgas COVID-19 untuk diumumkan pada hari Jumat (27/11/2020), setelah hasilnya diterima dari laboratorium di Ambon.

Yang pasti, dari 103 orang itu sudah ada yang positif dan itu sebagian besar dari pegawai Dinkes dan tenaga kesehatan. Hal itu lantaran pemeriksaan usap mengikuti sample dari Dinkes dan juga dari dua puskesmas itu.

Loading...

Edwin memastikan bakal ada penambahan terkonfirmasi positif lagi di luar para nakes dan Dinkes, seperti kelompok beberapa pejabat  yang telah dites usap. “Kalau saya, hasilnya sudah keluar. Saya nomor urut 42 dan hasilnya sudah keluar, dan saya negatif,” katanya.

Ia menjelaskan tes usap telah dilakukan sejak Rabu (25/11) dan akan berakhir Jumat (27/11/2020), serta akan dilanjutkan pekan depan.

Hingga Kamis ini, lebih dari 1.000 orang di Tanimbar telah menjalani tes usap, mulai dari lingkup pegawai pemda hingga masyarakat umum. Ia menyatakan mereka yang positif belum bisa dipastikan apakah karena berkontak dengan pasien positif atau tidak.

“Itu kita belum bisa pastikan, karena ada tim ‘tracing’ pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang menentukan mereka tertular dari mana,” katanya.

Ia menjelaskan petugas “tracing” berada di Saumlaki dan masih melakukan tugas, termasuk terhadap keluarga pendeta JK, salah satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia pekan lalu.  “Dari hasil ‘tracing’ secara keseluruhan itulah yang akan dipakai untuk materi tes usap gelombang ketiga,” katanya.

Ditambahkan kondisi kesehatan orang yang positif rata-rata orang tanpa gejala (OTG), demikian Edwin Tomasoa. (antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *