Kadis Kesehatan: Masih Ada Penolakan Terhadap Imunisasi Rubella

Kadis Kesehatan: Masih Ada Penolakan Terhadap Imunisasi Rubella

SHARE
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon mengaku masih ada penolakan pemberian vaksin campak dan rubella di Ambon. Capaian imunisasi pun belum menyentuh target yang ditetapkan kementrian Kesehatan yakni 95 persen. FOTO: IAN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, sampai dengan saat ini masih terdapat penolakan dari pihak orang tua di Kota Ambon terhadap imunisasi rubella, padahal sudah ada surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia terhadap imunisasi tersebut.

“Sampai saat ini masih ada penolakan dari orang tua terhadap imunisasi ini,” kata Wendy kepada wartawan di Ambon Selasa (6/10). Ia mengaku, penolakan yang terjadi ini rata-rata berada di daerah muslim. Seperti diwilayah kerja Puskesmas Rijali, Air Besar, Waiheru dan Air Salobar.

“Rata-rata penolakan di puskesmas daerah muslim. Ini menjadi tantangan buat kita, Petugas siap selalu untuk imunisasi, tapi yang menjadi masalah itu dari orang tua,” ungkapnya. Sebelumnya pihak dinas kesehatan telah bekerjasama dengan unicef juga MUI Maluku. Yakni memastikan bahwa vaksin yang dipakai aman dan dapat diterima oleh anak Indonesia.

Ia mengatakan, saat ini dari data dinas kependudukan dan catatan sipil kota Ambon, sudah 80 persen anak di Kota Ambon yang di imunisasi.”Kita masih punya waktu sampai 31 Desember sesuai perpanjangan dari menteri kesehatan untuk mencapai 95 persen anak yang diimunisasi,” ujarnya.

Hal itu lanjut dia bukan sesuatu yang baru sebab masih ada kota-kota di Indonesia yang memberi reaksi serupa. Pencapaian mereka pun belum sampai 85 persen dari target kementrian kesehatan yakni 95 persen.

Penolkan dari sejumlah orang tua ini bakal mendorong pihaknya untuk bekerja ekstra dan bersikap optimistis. “Kita tetap optimis bisa memenuhi target 95 persen tersebut,” katanya. (IAN)

loading...