Kajati Laporkan Kasus BANK Maluku dan Gunung Botak ke Jaksa Agung

by

AMBON- Kepala Kejaksaan (Kajati) Tinggi Maluku Jan S Marinca,  menyampaikan tiga kasus besar yang kini ditangani  Kejaksaan Tinggi Maluku kepada Jaksa Agung, Mohammad Prasetyo.

Ini disampaikan Kajati saat paparannya  kepada  Prasetyo   dalam pertemuan di aula Kantor Kejati Maluku, Senin (30/5) yang juga melibatkan para  Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) dan sekitar seratus  jaksa se Maluku.

Marinca  menyatakan, tiga kasus yang tengah ditangani Kejati Maluku yakni, kasus pembelian Kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya, yang merugikan negara 7  miliar lebih, Repo Saham Bank Maluku yang merugikan negara sekitar 256 miliar rupiah. Dan kasus pemberian izin pengolahan emas  di Gunung Botak Kabupaten Buru, Maluku.

“Ada tiga kasus yang kini kami tangani  yakni, pengadaan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya dengan kerugian negara 7,6 miliar. Repo  sahan Bank Maluku, yang merugikan  negara sekitar  256 miliar. Dan Gunung Botak, yakni  suatu proses  pemberian izin penggalian emas di tambang  Gunung Botak,” kata Marincar dihadapan Jaksa Agung.

Untuk pembelian Kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya, Kejati Maluku sudah tetapkan tiga tersangka, sedankan repo saham masih terus diusut.

Loading...

Ia menyatakan,khusus untuk pengadaan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya bisa berjalan dengan baik atas koordinasi pihaknya dengan OJK dan PPATK. Sedangkan untuk pengusutan tambang emas  di Gunung Botak masih terus diusut.  Dalam kesempatan ini juga, Marincar menyatakan, pihakya terus mendorong tim penyidik  agar kasus-kasus tersebut secepatnya dituntaskan.

Sementara itu Jaksa Agung, Mohammad Prasetyo menyatakan, mendukung langkah-langkah yang diambil  Kejati Maluku dalam mengusut tiga kasus itu hingga tuntas.

Khusus untuk Gunung Botak, Prasetyo juga mengakui  sebelumnya ada tim dari Kejaksaan Agung yang turun ke lokasi   “Itu (Gunung Botak) masih dalam proses. Tetap berjalan, dan memerlukan pengusutan,” kata Prasetyo.

Dalam pemaparan itu juga, Marincar melaporkan kondisi jaksa di seluruh Maluku, termasuk fasilitas kejaksaan.  Ia juga menyatakan, pihaknya akan membangun Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku yang baru di  Desa Poka Teluk Ambon.  “Kita sudah dapat tanah hibah dari Pemrov Maluku, sedangkan dananya sudah ada. Kami sudah menyampaikan ke Pak Presiden saat ke Ambon,  belum restui dan meminta kita buat surat yang bersifat segera,” katanya. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *