Kajati Maluku Terima 377 Kasus Bermasalah Era Bop Puttileihalat

by
Laporan ratusan kasus diterima Kejati Maluku namun mereka meminta waktu untuk diproses ulang. FOTO: Nair Fuad

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyerahkan dokumen 377 kasus proyek diduga bermasalah pada masa pemerintahan mantan Bupati SBB Jacobis alias Bop Puttileihalat ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Termasuk kasus ADD, DD Serta uang lauk Pauk PNS pada 2008.

Penyerehan dokument tersebut diterima oleh Asisten Intelejen Kejati Maluku Muhammad Iwasuiwa, seusai Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menggelar Demonstrasi di depan Kantor Kejati Maluku Jumat, (22/2/2019) pagi.

Asisten Intelejen Kejati Maluku Muhammad Iwasuiwa mengungkapkan, semua aspirasi yang sudah disampikan akan ditindak lanjuti. Hanya saja kejaksaan perluh waktu. Karena kasus yang disdorkan merupakan kasus-kasus lama. Untuk menindak lanjutinya pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Polda Maluku atau penyidik apakah kasus tersebut sudah tanggani atau belum. Jika sudah ditangi maka kejaksaan tidak bisa bertindak.

“Nanti kita analisakan, bersyukur kalian mempunyai bukti dokument dan saksi yang disampaikan. karena yang kita perlukan adalah alat bukti bukan opini atau asumsi,”ungkap Iwasuiwa.

Dia mengatakan, ini merupakan kasus lama mulai dari 2008-2012. Saat ini sudah 2019, lanjutnya, mudah-mudahan dokumennya masih ada di SBB, karena kejaksaan memperoleh dokument itu harus secara legal.

“Artinya kalau ada dokumen pembayaran, dokument pencairan, itu harus kita peroleh dari orang yang berwewenang dan cara-cara menurut hukum. Tidak bisa kita peroleh begitu saja. Dan tentu akan kita teruskan dan tindak lanjuti tapi kami memerlukan waktu,” ujarnya.

Selain itu, Korlap Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi SBB, Ode Salim menegaskan, jika satu pekan kemudian tidak merespon pengusutan kasus tersebut. Ia dan kawan-kawan akan memindak lanjuti dengan cara turun jalan untuk mengecek kembali.

Karena menurut Ode Salim mestinya, pihak Kejaksaan merasa bangga. Karena sebagai mahasiswa secara tidak langsung telah melakukan kerja sama untuk memberantas korupsi di SBB. “Yang terpenting persoalan yang ada di SBB segerah diselasaikan oleh Kejati Maluku. Ini menjadi tuntutan kami,”siangkat Ode Salim.(NAIR FUAD)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *