Kali Pertama Pemkab SBB Gelar Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama, Bupati Minta...

Kali Pertama Pemkab SBB Gelar Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama, Bupati Minta Pejabat Loyal

SHARE
Bupati SBB Muhammad Yasin Payapo memberikan sambutan saat membuka uji kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten SBB di Aula Lantai III Kantor Bupati Rabu (10/10/2018).

TERASMALUKU.COM,-PIRU-Untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) menggelar uji kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB. Kegiatan ini dibuka langsung Bupati SBB Muhammad Yasin Payapo di Aula Lantai III Kantor Bupati Rabu (10/10/2018).

Bupati mengungkapkan uji kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama ini merupakan kali pertama digelar Pemkab SBB. Uji kompetensi untuk membangun aparat sipil negara (ASN) yang memiliki integritas dan profesional yang tinggi sebagai integral dari komitmen reformasi birokrasi serta menjawab tuntutan masyarakat tentang profesionalisme ASN. Pemkab SBB juga meluncurkan grand design reformasi birokrasi.

 

Semua kegiatan ini menurut Bupati didasari pada manajemen ASN yang baik serta diamanatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS serta peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang tata cara pengisisan jabatan pimpinan tinggi di lingkungan instansi pemerintah.

Peserta Uji Kompotensi

“Pemerintah SBB dalam mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi mendukung dan melaksanakan uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama serta terus menggalakan penataan birokrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten SBB, maka untuk pertama kalinya kami melakukan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi di lingkup Pemkab SBB,” kata Bupati.

Bupati mengatakan dalam uji kopetensi ini terdapat empat tahapan yang harus dilalui oleh tiap peserta. Yakni seleksi administrasi, tes kompetensi manajerial, tes kompetensi teknis serta tes kompetensi sosial kultural. Bupati juga meminta ada penilaian khusus terhadap persoalan yang sementara dihadapi yakni komitmen ASN peserta uji kompotensi untuk bekerja sama dan loyak dengan pemerintah. Sebab lanjut Bupati tidak ada gunanya jika memiliki kompeten tetapi tidak memiliki loyalitas dan dedikasi terhadap atasannya dan pemerintah daerah. Namun Bupati menolak menyebut siapa pejabat yang tidak loyak kepadanya itu.

Panitia uji kopetensi dalam arahan yang dibacakan Abidin Wakano menjelaskan jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan suatu jabatan strategis dalam mendukung birokrasi yang progresif, responsif dan partisipatif melalui tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas pembangunan yang diembankan. “Melalui pembangunan ASN diharapkan nantinya dapat mewujudkan birokrasi pemerintah yang lebih profesional berintegritas dan mampu menjadi pelayan bagi masyarakat,” kata Abidin.

Menurut Abidin kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan amanat peraturan pemerintah nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil Pasal 132 ayai 1 pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) melalui mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain dan dapat dilakukan melalui uji kompetensi diantara pejabat pimpinan tinggi satu instansi.

“Untuk itu mutasi yang dilakukan harus memenuhi persyaratan yaitu sesuai dengan standard kompetensi jabatan dan telah menduduki jabatan paling singkat dua tahun dan paling lama lima tahun,” kata Abidin. Hadir juga dalam kegiatan ini, Sekda SBB Mansur Tuharea, panitia uji kompetensi diantaranya, Sahetapy Femmy, Djuanda Umasugi serta Pastor Goris Matly. Sementara itu ada puluhan ASN ikut uji kompotensi ini. (FAD)

loading...