Kampung Pemulihan (4) : Kumunitas Harapan Oleh : Pdt Elifas Maspaitella, Sekum Sinode GPM

by
Pdt Elifas Maspaitella. FOTO : DOK. PRIBADI

Edukasi atau literasi covid-19 menurut saya sudah cukup memadai dan mengurai seluk beluk perihal tersebut. Saat ini kita harus berusaha menumbuhkan kesadaran pribadi dan komunitas. Ini bukan soal membiasakan diri dengan covid-19 saja tetapi membiasakan diri untuk terus beraktifitas dalam situasi dunia yang berubah.

Salah satu tanda perubahan itu adalah kematangan dan kedewasaan sosial untuk menciptakan suasana masyarakat yang ramah kepada siapa pun. Bila memang kita harus membiasakan diri dengan virus ini seperti halnya influensa, maka sejak dini kita sudah harus membiasakan diri dengan saudara-saudara kita yang terinfeksi.

BACA JUGA : Kampung Pemulihan (3) : Kepemimpinan Lokal Oleh Pdt Elifas Maspaitella, Sekum Sinode GPM

Dengan demikian, menghentikan stigma atau pandangan negatif terhadap saudara yang terpapar saat ini sebenarnya untuk membiasakan kita ke kondisi new normal nantinya. Artinya dalam kondisi new normal pun, isolasi mandiri akan berlangsung di dalam rumah milik yang terinfeksi. Mereka akan berada langsung di antara kita. Jadi kesediaan kita menerima keberadaan mereka adalah pra-kondisi menuju kematangan dan kedewasaan sosial saat new normal nantinya; malah ketika saatnya kita semua divaksinasi seperti kita pernah menjalani vaksin-vaksin lainnya (pholio, TBC, dll).

Loading...

Hal berikutnya, lingkungan masyarakat yang berada di seputar Rumah Sakit atau Rumah-rumah Isolasi yang ditetapkan pemerintah harus dibentuk sebagai suatu lingkungan dapat memberi kekuatan spiritualitas kepada mereka yang terpapar covid-19. Lingkungan kita harus menyambut saudara yang terpapar itu, apa yang saya sebut sebagai vaksin sosial, supaya mereka menumbuhkan pula motivasi atau harapan untuk pulih menjalani perawatan intensif. Sebelum mereka tiba di rumah sakit, mereka sudah merasakan suasana hati yang tenang, nyaman dan bahagia. Saat tiba di rumah sakit, mereka mendapati pelayanan medis dan menjalaninya dengan berpengharapan.

Komunitas Harapan adalah suatu lingkungan di mana setiap orang yang hidup di situ saling mendukung satu terhadap lainnya, dan bersama-sama mendukung siapa pun dengan beban sakit apa pun. Untuk membangun komunitas harapan kita harus menumbuhkan rasa solidaritas, menggali nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini terpintal dalam nilai budaya lokal, juga reaktualisasi ajaran agama sebagai pembelajaran kehidupan yang inklusif. Harus ada keberanian juga untuk meninggalkan warisan-warisan sektarian dan eksklusifisme yang sempit.

(Selesai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *