Kapal Angkut Warga GPM di Halmahera Utara Hilang Dalam Pelayaran Dari Bitung

by
Rute pencarian KM Khairos oleh Basarnas Ternate dengan melibatkan dua kapal sejak Senin (13/8/2018) hingga Rabu (15/8/2018). FOTO : BASARNAS TERNATE

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ombak dan gelora laut kembali menelan korban. KM Khairos dilaporkan hilang dalam perjalanan dari Bitung Sulawesi Utara ke Mayau Pulau Batang Dua Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut). Kapal motor berpenumpang 18 orang itu hilang kontak sejak Minggu (12/8/2018). Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Ternate melakukan pencarian sejak Senin (13/8/2018) namun belum juga ada kejelasan kemana perginya kapal itu.

KM Khairos merupakan kapal milik seorang anggota Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Mayau Klasis Ternate yang ikut dalam perjalanan balik pada Minggu dini hari pukul 02.00 dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. “Kapal itu yang punya jemaat saya. Mereka dalam perjalanan balik ke Mayau dengan beberapa jemaat lain dan warga Mayau,” jelas pdt Donny Toisuta, pendeta jemaat GPM Mayau kepada Terasmaluku.com melalui saluran telepon Rabu (15/8/2018) malam.

Sang pemilik kapal, Yuniwan Salu merupakan pengusaha sembako dan kebutuhan lain. Dia menjual kopra dari Mayau ke Bitung menggunakan kapal motornya. Saat kembali, Yuniwan biasanya membawa barang belanjaan dari Bitung untuk dijual kembali di Mayau. Menurut Donny, dalam perjalanan balik pada minggu itu, kapal milik Yuniwan ditumpangi juga oleh beberapa jemaatnya, warga Mayau serta seorang polisi yang hendak kembali ke Mayau.

Bahkan di situ juga terdapat penumpang yang ingin menghadiri proses pemakaman keluarga mereka. “Kami di Mayau tahunya berangkat jam dua subuh jadi pemakamannya kami ulur hingga pukul tiga sore. Tapi kok tidak datang datang kapalnya,” benernya. Keluarga di rumah duka, jemaat serta pelayan jemaat pun menunggu dengan penuh kecurigaan. Pasalnya perjalanan Bitung-Mayau hanya berjarak sekitar 6 jam atau 8 jam bila cuaca dan kondisi lautan sedang tidak bersahabat.

Loading...

Sayangnya, setelah ditunggu hingga sekitar 18 jam KM Khairos tak jua berlabuh. Keluarga 18 penumpang kapal makin resah dan bersama pelayan jemaat melaporkan hal itu ke Basarnas Ternate. “Karena sudah lama kami segera lapor sebelum dua hari. Terakhir kabar itu ya mereka sudah keluar dari Bitung,” imbuh Donny yang sudah setahun bertugas di jemaat GPM Mayau Klasis Ternate itu. Informasi itu juga disebar kepada keluarga penumpang serta jemaat agar dilakukan pencarian bersama-sama. Pihak gereja pun melakukan pergumulan doa kepada para penumpang agar selamat atau segera mendapat kejelasan.

Sementara itu Muhamad Arafah Kepala Kantor Basarnas Ternate mengerahkan anggotanya serta personil gabungan untuk mencari kapal yang hilang. Pencarian saat ini diarahkan ke Pulau Dama Halmahera Utara. “Dari kesaksian nelayan terakhir lihat kapal hanyut di sekitar Pulau Dama,” terangnya. Kapal tersebut terombang ambing dalam keadaan mesin mati. Jalur pencarian dilakukan darat dan laut. Dari darat pencarian dimulai dari Mayau dan Tobelo menuju Dama.

Sebelummya tim juga menyisir dari Ternate, Batang Dua terus ke Pulau Tifura kemudian menyusuri jalur perjalanan KM Khairos. Ombak besar dan lautan yang terus bergelora diduga jadi penyebab hilangnya kapal tersebut. Namun hingga kini pencarian nihil belum membuahkan hasil. “Kami terus cari dan nihil. Belum ada kabar,” katanya. Pencarian terus dilakukan hingga menemukam titik terang.

Sebelumnya KM Cahaya Rejeki 88 alami kecalakan di perairan Arafura. Kapal ikan asal Bali yang sedang mencari ikan di fishing ground itu terbalik akibat diterpa ombak setinggi lebih dari 4 meter. Kapal berkapasitas 80 gros ton takluk menghadapi angin timur. Seorang awak kapal meninggal dunia. Sebanyak 29 orang selamat kini dalam perawatan dan trauma healing di Dobo.(BIR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *