Kapal Pesiar Australia Yang Terdampar Diselamatkan Kapal Patroli Syahbandar Tual

by
Kapal Yacht Balikcil asal Australia yang terdampar di Perairan Kepulauan Kei sejak Selasa (25/7) akhirnya ditemukan Kamis (27/7). FOTO : IST. (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,TUAL– Kapal pesiar, Yacht Balikcil asal Australia yang terdampar di Perairan Kepulauan Kei sejak Selasa (25/7) berhasil diselamatkan Kapal Patroli KN. 334 Syahbandar Tual pada Kamis (27/7) pagi. Kapal itu  terdampar setelah mengalami patah kemudi.

Saat ditemukan, kapal pesiar yang dinahkodai langsung pemilinya,Mustafa Yurtbulmus dengan  dua orang crew itu dalam keadaan terapung di perairan  Kepulauan Kei.  Mustafa dan dua crew dalam keadaan selamat. Tim penyelamat dari kapal  KN. 334 kemudian  mengevaluasi kapal layar bersama tiga orang warga negara asing ke pelabuhan terdekat,  di Desa Debut Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Loading...

“Kapal Yacht Balikcil asal Australia yang terdampar sejak Selasa lalu sudah ditemukan kapal patroli kami pada Kamis pagi. Nahkoda dan dua crew dalam kondisi baik – baik saja, mereka  kemudian dievakuasi ke pelabuhan Desa Debut wilayah Maluku Tenggara,” kata  Kepala  Unit Pelaksana Pelabuhan  (UPP) Tual Arifai kepada wartawan di Tual, Jumat (28/7).

Ia mengatakan kapal Yacht Balikcil bertolak dari Australia dengan tujuan  Perairan Tual. Namun belum sampai di Perairan Tual, Kepulauan Kei,  kapal mengalami patah kemudi sehingga terdampar dan terombang – ambing di wilayah tersebut.  Arifai menyatakan, upaya pernyelamatan  kapal tersebut dilakukan sejak Selasa lalu dengan menggunakan kapal patroli KN. 334.

Posisi Kapal  Balikcil diketahui berdasarkan radio komunikasi yang dilakukan dari kapal patroli dengan kapal pesiar itu. Namun pencarian  sempat  terganggu  akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi di perairan Kepuluan   Kei.   Cuaca buruk juga menyebabkan kapal KN. 334 sempat hilang kontak dengan kapal  Yacht   Balikcil itu. “Namun tim pencaria terus berjuang melakukan komunikasi lewat radio meski putus – putus,” kata Arifai.

Ia menyatakan, sebenarnya sejak Rabu (26/7) posisi kapal sudah diketahui yakni sekitar 30 mil laut dengan kapal patroli. Namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, petugas kapal patroli baru bisa menemukan kapal layar itu pada Kamis (27/7) pagi.   “Setelah dilakukan pencarian sekitar  tiga hari, kapal patroli berhasil menemukan posisi Kapal Yacht dan melakukan upaya penyelamatan selanjutnya ke pelabuhan terdekat,” kata Arifai. (AS)