Kapolda : Banyak Senjata Gelap Masuk ke Maluku

by
Kapolda Maluku Brigjen Pol. Ilham Salahudin memberikan keterangan pers akhir tahun 2016, Sabtu (31/12). DOK : TERASMALUKU

AMBON-Kapolda Maluku  Brigjen Pol. Ilham Salahudin menegaskan, banyak senjata api  ilegal masuk   ke wilayah Provinsi Maluku. Senjata – senjata ilegal itu bisa untuk tindakan kriminal atau teror. Menurut kapolda, ini terjadi seiring banyaknya pendatang yang masuk ke wilayah Maluku lewat berbagai pintu masuk.

Penegasan kapolda  menyusul  ditemukannya dua pucuk senjata api rakitan jenis revorver berikut 156 butir amunisi di atas  kapal Pelni  yang sandar di Pelabuhan Yos Sudarso  Ambon pada 5 Desember lalu.  Kapolda minta kerjasama masyarakat dan pers untuk menyampaikan informasi jika ditemukan ada pihak – pihak yang mencurigakan membawa senjata api secara ilegal.

“Kita sadar bahwa  banyak senjata – sejata gelap masuk ke kita (Maluku) seiring dengan  banyak masuknya pendatang-pendatang, banyak pos – pos yang bisa masuk. Dan saya  juga tidak bisa menyalahkan situasi ini, yang saya perlukan  disini adalah  kerjasama  masyarakat dengan  Polri  memberikan informasi, kersama media  kepada kami dan kerjasama kami kepada media,” kata Kapolda dalam keterangan pers akhir tahun 2016  di Ruang Utama Mapolda Maluku, Sabtu (31/12). Terkait temuan dua pucuk senjata berikut amunisnya, menurut Kapolda masih terus dikembangkan.

Untuk mencegahnya masuknya senjata api ilegal ke Maluku, kapolda menegaskan pihaknya terus meningkatkan pengamanan di pintu – pintu masuk wilayah Maluku tidak hanya di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.  Lalu siapa orang yang membawa senjata masuk ke Maluku, kapolda menegaskan, siapa saja bisa memasukan senjata api  ke Maluku namun  kemungkinan terbesar menurutnya yang membawa senjata masuk ke Maluku adalah oknum anggota Polri. “Kemungkinan (pelaku) itu banyak, kemungkinan terbesar dari polisilah, dia punya senjata, kalau tidak disiplin disalahgunakan, belum waktu nembak orang  itu penyalagunaan, contoh ya, paling sederhana,” kata kapolda.

loading...

Ia juga menyatakan, senjata api ilegal yang dibawa  ke Maluku bisa untuk tindakan kriminal atau  juga aksi teror. “Yang pasti untuk tindakan kriminal kalau senjata, kalau tidak ya teror. Kalau kriminal  yang mungkin mau merampok,” katanya. Dalam keterangan pers ini juga, Kapolda menyatakan berbagai kasus kriminal di wilayah hukum Polda Maluku menurun  bila dibandingkan tahun 2015. Tidak terjadi konflik antar kampung, namun terjadi kasus penembakan di wilayah Maluku Tengah, seperti di Pulau Nusa Laut yang menewaskan seorang warga  dan polisi terus mengusutnya. (ADI)

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *