Kapolda Maluku Lantik 188 Bintara Perbatasan, Berikut Harapan Kapolri  

by
Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa melantik 188 siswa yang mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018-2019 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Passo Kota Ambon, Senin (4/3/2019). FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Polisi  Royke Lumowa resmi menutup dan melantik 188 siswa yang mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018-2019.  Pelantikan dan penutupan pendidikan pembentukan Bintara Polri Perbatasan berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Kawasan Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon, Senin (4/3/2019).

Kapolda saat membaca sambutan tertulis Kapolri Jenderal Polisi  Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, pelantikan Bintara Polri merupakan langkah awal dalam perjalanan karir, seiring perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Bintara Polri yang baru dilantik Kapolda Maluku

Menurutnya, tugas sebagai anggota Polri penuh dengan tantangan. Remaja Polri sebagai salah satu elemen terdepan, harus mampu melaksanakan tugas secara optimal. “Tanamkan disiplin dan tekad yang kuat serta implementasikan pengetahuan juga keterampilan yang telah diperoleh dari lembaga pendidikan, demi keberhasilan pelaksanaan tugas,” pintanya.

Kapolri mengharapkan Bintara Remaja Polri dapat memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai luhur Tribarata dan Catur Prasetya. “Laksanakan setiap tugas yang diemban dengan semangat tinggi, bertanggung jawab, dan penuh keikhlasan,” harapnya.

Kepada wartawan, Kapolda menjelaskan bahwa Bintara yang baru dilantik saat ini bertugas untuk menjaga daerah perbatasan. Daerah perbatasan di wilayah hukum Polda Maluku, yakni  berada di tiga Kabupaten. Semuanya berada di Maluku Bagian Tenggara.“Provinsi Maluku sebagai daerah perbatasan dengan negara lain, dimana sebagian Bintara akan ditempatkan di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya dan Maluku Tengggara Barat,” katanya.

Bintara Polri yang baru dilantik, tambah Royke, akan diperhadapkan dengan tugas pengamanan Pemilu Tahun 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini, kata Jenderal Bintang 2 itu memiliki karakteristik yang khas, yang disertai dengan potensi kerawanan di setiap daerah penugasan.“Bintara yang baru dilantik akan disiapkan untuk diturunkan menghadapi pemilu legislatif dan Pilpres 2019,” sebutnya.

Mantan Kakor Lantas Polri ini menyampaikan, setelah dilantik, Bintara baru akan dilatih selama satu mingggu. Semua kemampuan mereka akan dikerahkan agar dapat mewujudkan Pemilu yang aman, lancar, dan damai. “Mereka juga akan dibekali selama satu minggu tentang bagaimana mengamankan pemilu dan mengetahui warna surat-surat suara,” tandasnya. (ADI)