Kapolda Maluku: Polsek Merupakan Ujung Tombak Polri Dalam Memelihara Kamtibmas

by
Polsubsektor Teluti, Maluku Tengah serta Polsubsektor Kojabi, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku kini sementara dipersiapkan untuk dinaikkan statusnya menjadi Polsek. (2/4) (daniel leonard)

TERASMALUKU.COM, AMBON,- Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri mengatakan Polsek merupakan ujung tombak institusi Kepolisian Negara Repbulik Indonesia dalam memelihara serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polsek adalah unjuk tombak untuk kita karena sebagai pemelihara Kamtibmas, maka berkomunikasilah dengan baik dengan masyarakat,” kata Kapolda di Ambon, Jumat.

Penegasan Kapolda disampaikan saat memberikan paparan kesiapan peningkatan status Polsubsektor menjadi Polsek di wilayah hukum Polres Polres Kepulauan Aru dan Maluku Tengah (Malteng).

Menurut dia, setiap personil yang bertugas di Polsek harus menunjukkan sifat dan perilaku yang baik dan kehadiran Polsek harus mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jangan menunjukkan sifat perilaku yang tidak baik dan dengan adanya Polsek di situ masyarakat merasa aman dan nyaman. Kurang atau lebihnya masyarakat setempat yang terpenting bagi kita adalah pelayanan kepada mereka,” kata Kapolda mengingatkan.

Kapolsek diminta untuk memberikan semua pemahaman yang baik kepada anggota sehingga dapat meningkatkan deteksi dini serta evaluasi Harkamtibmas, dan berkoordinasi dengan Camat, tokoh-tokoh agama, pemuda dan masyarakat adalah penting bagi setiap personil Polsek.

Kapolda mengakui tugas Kapolsek sangat berat dimana seorang perwira berpangkat Inspektur Dua atau Inspektur Satu harus tahu dan bisa berkoordinasi dengan baik.

“Harus bisa berkoordinasi dengan baik untuk keamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Koordinasi yang baik dengan tokoh agama, pemuda dan perangkat desa lainnya,” ujarnya.

Menurut Kapolda, Kapolsek adalah guru bagi para anggotanya dimana dia harus memotivasi anggota agar bisa membangun.

“Para Kapolres jajaran harus mampu memberikan pengertian pemahaman-pemahaman bagi anggotanya terutama pada Polsek-polsek yang terpencil, karena jauh dari pantauan para pimpinan,” pintanya.

Kapolda berharap perhatian Kapolres kepada Polsek terpencil harus diberikan agar mereka tidak merasa bebas dan melanggar aturan-aturan Kepolisian.

“Kapolres harus tahu seluruh tingkah laku anggotanya, kekurangan maupun kelebihan mereka,” pinta Kapolda.

Kapolda juga menekankan kepada setiap Kapolres untuk lebih memperhatikan personilnya, apalagi yang bertugas di Polsek jangan sampai ada yang merasa terpencil atau dibuang.

“Jangan sekali-kali katakan Polsek terpencil adalah salah satu Polsek pembuangan. Selalu berikan dorongan motivasi, dan inovasi pada personil agar mereka lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas di Polsek yang terpencil,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Sugeng Kundarwanto, dalam persiapan pengukuhan Polsubsektor Koijabi menjadi Polsek Aru Tengah Timur, menyampaikan kondisi terkini di wilayah itu.

Kondisi wilayah Polsubsektor Koijabi yang diingkatkan menjadi Polsek Aru Tengah Timur terdiri dari 13 Desa, dengan jumlah penduduk 5007 jiwa. Luas wilayah hukum Polsek ini 659.075 Km2.

“Bangunan tipe 170 M2, dengan status tanah pelepasan Pemda dilengkapi dengan sertifikat siap bangun,” kata Sugeng.

Masyarakat Aru Tengah Timur, umumnya hidup sebagai nelayan dan berkebun dengan peralatannya yang masih terbatas. Untuk transportasi dari Polres Aru ditempuh menggunakan speed boat. Jarak tempuh kurang lebih 3 jam.

“Terkait dengan pembangunan Mako Polsek Aru Tengah Timur sudah berkoordinasi dengan komponen masyarakat diantaranya Camat setempat tokoh adat, agama dan pemuda yang ikut mendukung,” tandasnya.

Sementara Kapolres Malteng AKBP Rositah Umasugi dalam persiapan pengukuhan Polsek Telutih dan peresmian Gedung Pelayanan Terpadu atau “Baileo Presisi” wilayah hukum Polsek Telutih, menyampaikan, jumlah penduduk di wilayah itu 12.020 jiwa.