Kapolda Perintahkan Jajarannya Berantas Miras di Leihitu

Kapolda Perintahkan Jajarannya Berantas Miras di Leihitu

SHARE
Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto menggelar Bakumpul Bacarita dengan para raja, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se-Kecamatan Leihitu di Kantor Polsek Leihitu, Rabu (9/5). Hadir dalam acara ini, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua dan Ketua DPRD Malteng, Ibrahim Ruhunussa.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto memerintahkan aparat Polsek Leihitu memberantas peredaran minuman keras di wilayah tersebut. Perintah ini disampikan Kapolda dalam acara ‘Bakumpul Bacarita’ dengan para raja, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se-Kecamatan Leihitu di Kantor Polsek Leihitu, Rabu (9/5). “Menghadapi bulan suci Ramadhan saya memerintahkan anggota untuk melakukan penertiban miras,”kata Kapolda dalam pertemuan itu.

Menurut Kapolda, peredaran miras di masyarakat selama ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya bentrokan antarwarga di desa-desa yang ada di Maluku termasuk juga di Kecamatan Leihitu. Banyak konflik kekerasan antarwarga kerap diawali dengan mabuk-mabukan. Menurut Andap masalah peredaran miras perlu ditertibkan agar tidak mengganggu situasi keamanan di masyarakat apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.

Dia menjelaksan, untuk menertibkan peredaran miras, Polda Maluku juga akan menggandeng instansi terkait termasuk para raja, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda disetiap desa untuk menangani masalah tersebut. “Saya mengimbau kepada para raja, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengatasi maslaah ini,”katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan peredaran minuman keras yang menjadi penyebab berbagai aksi kejahatan di Maluku selama ini telah menjadi perhatian serius jajaran Polda Maluku. Berbagai upaya penertiban peredaran miras terus dilakukan polisi dengan menggelar razia diberbagai tempat seperti di pintu masuk pelabuhan, terminal hingga dermaga penyeberangan. “Kita tahu bersama bahwa miras ini selalu menjadi pemicu konflik dan kekerasan di masyarakat, sehingga kita terus berupaya untuk menertibkannya,”kata Ohoirat. (ADI)