Kapolres Malra Himbau Warga Bijak Gunakan Medsos

by
AKBP Indra Fadillah Siregar

TERASMALUKU.COM,-TUAL- Kapolres Maluku Tenggara (Malra) AKBP Indra Fadillah Siregar  meminta warga Kota Tual dan Kabupaten Malra agar lebih bijak menggunakan media sosial (Medsos). Ini diungkapkan Kapolres menyusul maraknya isu dan informasi hoax yang beredar di  Medsos setelah peristiwa pembacokan staf Panwaslu Kota Tual di kawasan Watdek Malra, Sabtu (3/2) dini hari.

Kapolres mengatakan Medsos akan menjadi sebuah masalah ketika disalahgunakan sebagai media penyebaran isu, berita hoax atau berita yang belum pasti kebenarannya sehingga  menyebabkan situasi dan kondisi tidak kondusif. “Saya selaku Kapolres Malra menghimbau agar warga tidak terpancing dengan isu-isu hoax tersebut. Karana isu-isu tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan bahkan dapat menyebabkan kondisi menjadi tidak kondusif,”ungkap Kapolres di  Tual, Minggu (4/2).

BACA JUGA : Staf Panwaslu Kota Tual Dibacok OTK

Kapolres menegaskan terkait penyerangan terhadap staf Panwaslu Kota Tual  sementara dalam proses pengusutan Polres Malra sehingga belum diketahui pasti motif peristiwa tersebut, apakah  ada keterkaitan dengan Pilkada di daerah itu atau tidak. “Saya tegaskan bahwa kasus ini akan kita tangani secara profesional, baik itu terkait Pilkada ataupun tidak. Jadi saya himbau kepada masyarakat untuk tidak berasumsi sendiri karena dampaknya adalah stabilitas keamanan di dua daerah  ini (Malra dan Kota Tual,”tegasnya.

loading...

Pada Pilkada langsung 27 Juni 2018, di wilayah hukum Polres Malra juga digelar Pilkada Kota Tual, Pilkada Malra dan tentu Pilkada Maluku.  Kapolres mengingatkan, postingan postingan yang menyimpang dan provokasi di Medsos dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Ada istilah jarimu harimaumu, hal tersebut memang berlaku apalagi ada hukum dan undang undang yang mengatur. Jadi tidak sembarangan kita menyebarkan berita provokatif, yang belum tentu benar apalagi mengakibatkan stabilitas keamanan terganggu. Jadi jika hal tersebut terjadi maka sudah pasti pemosting  akan menerima akibat berupa sanksi hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku,”tandasnya. (AS)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *