Karya Inovasi Warga Skip Bangun Bilik Baukup Lawan Covid-19

by
Meirel Leihitu, warga Skip Kecamatan Sirimau dan bilik baukup yang dibangun di tepi jalan untuk bantu warga jaga tubuh fit dan lawan Covid-19, (7/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Di tengah pandemi COVID-19, sebuah karya inovasi lahir dari seorang warga Skip Tengah, Kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Dia membuat sebuah bilik pemulihan kondisi tubuh bagi siapa saja yang ingin dengan biaya cuma-cuma dan sukarela.

Meirel Leihitu, pria 37 tahun ini punya ide cemerlang membantu warga sekitar dengan membangun bilik sauna tradisional atau dalam istilah orang Maluku menyebutnya baukup. Modelnya sederhana. Dia bersama beberapa warga dan kelompok gamers anak muda membangun bilik baukup itu dengan niatan untuk membantu siapa saja yang merasa kurang fit termasuk sebagai upaya mereka melawan Covid-19.

Warga antri berjarak menunggu giliran baukup di bilik Raja Tega VS Covid-19

“Beta waktu itu liat tayangan di pengobatan Cina dong pake seperti ini. Kalau dihirup kan dia bantu legakan pernapasan, yang batuk, flu hilang. Beta coba pakai rempah-rempah khas Maluku,” jelas Meirel kepada wartawan di sela-sela melayani warga yang ingin baukup Selasa (7/4/2020) pagi.

Dari situ dia mulai mencari fakta melalui tayangan video, berita dan sumber-sumber yang dapat dijangkau. Tujuannya untuk membuktikan apakah dengan cara itu memberi efek bagi warga. Dia lantas memantapkan ide itu dengan menambah aneka dedaunan dan rempah khas. Menurutnya ini sudah merupakan bagian dari tradisi orang Maluku untuk mengatasi sejumlah penyakit di badan. Seperti kelelahan, pusing, sesak napas, flu, gatal tenggorokkan, batuk dan lain sebagainnya.

Pengusaha toko kelontong itu juga mendapat info terkait suhu panas yang dapat membunuh virus covid-19 yang bersarang di tenggorokkan. “Kan virus itu dia bikin tenggorokkan juga seng enak, baukup ini dia uap panas dua kali lipat matahari, dan langsung masuk ke tenggorokkan jadi mati. Setelah itu orang pasti rasa lega,” bebernya memberikan bukti dari testimoni sejumlah warga yang pernah mencoba.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Kota Ambon juga menerbitkan himbauan resmi kepada warga untuk perbanyak berjemur di matahari pagi. Sinar matahri dan suhu panas yang menerpa tubuh dipercaya bantu pemulihan. Termasuk meningkatkan imun tubuh. Hal inilah yang coba ditarik benang merah oleh ASN Pemkot Ambon itu untuk membuka bilik sauna tradisional.

Loading...

Bahan bakunya dia peroleh dari hutan di sekitar rumah. Seperti daun pala, buah pala, daun nagka belanda, daung cengkih, daun kayu putih, kayu manis, lengkuas dan jahe. Semua bahan itu dimasak dialam panci. Untuk mendaptkan uap panas maksimal, Meirel bersama pemuda yang tergabung dalam Raja Tega Gamers di Skip Tengah itu membikin sistem destilasi sederhana. Uap air dari didihan rempah di panci, dialirkan melalui pipa paralon ke bilik baukup.

Tutup panci diganti loyang kue dengan bolongan bagian tengah. Air yang mendidih hasilkan uap yang bergerak masuk ke bilik. Sudah banyak warga sekitar yang mencoba dan buktikan khasiat baukup. “Anak muda sampe orang tua bisa di sini. Ini kan katong punya tradisi dari nenek moyang dan bermanfaat. Makanya katong coba bikin akang buat lawan Covid-19,” ujar bapak dua anak itu.

Racikan aneka daun dan rempah Maluku sebagai bahan baku baukup

Erny Manuputty, seorang warga yang ikut membuktikan manfaat bilik baukup bernama Raja Tega VS Covid-19 milik warga Skip Tengah itu. Erny punya keluhan, kerap bersin setiap pagi. Hal itu cukup membikinnya risih di tengah wabah Covid-19. “Sejak baukup beta Sudan tidak bersin lagi. Akang bantu beta sekali apalagi sekarang kalau bersin saja orang lihat, curiga katong. Tapi semenjak baukup ini su tidak pernah bersin tiap pagi lai,” tutur ibu dua anak itu usai baukup pagi tadi.

Tak hanya flu, migrain juga sudah tidak dia rasakan. Beberapa anak muda di situ turut memberikan pengakuan serupa. Mereka yang merasa tak enak badan dan tenggorokan gatal menjadi pulih usai baukup. Tak heran jika pagi tadi tampak ramai warga antri berjarak menunggu giliran baukup.

Memang bilik yang dibangun di tepi jalan itu dilengkapi tempat antri yang memungkin orang duduk tidak dempet atau berkerumun. Anak muda di situ membuat semacam tulisan pada dinding talud. Warga yang hendak antri, dapat duduk sesuai jarak antar huruf pada tulisan tersebut.

Antusias itu setidaknya menunjukkan ada harapan dari warga kota Ambon untuk tetap semangat dan kuat melawan Covid-19. Inovasi warga ini diharapkan dapat memotivasi serta membantu warga lain yang membutuhkan. Untuk bisa menikmati bilik baukup warga umumnya datang tiap pagi dan sore hari atau saat matahari belum terlalu terik. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *