Karya Lapas Piru, Dari Balik Jeruji Hasilkan Pundi-Pundi

by
Hasil panen kacang panjang oleh warga binaan Lapas Kelas II B Piru yang dijuil langsung ke pasar (14/10/2019). FOTO: Fadli B

TERASMALUKU.COM.COM,AMBON, –  Warga binaan di lembaga pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II B Piru punya ragam kegiatan kreatif mengisi waktu luang. Dari balik jeruji, mereka mampu hasilkan karya-karya apik bernilai jual.

Tengok saja beberapa karya terbaik mereka seperti nyiru atau tampah anyaman, vas bunga, meubel, keterapilan bidang ototmotif, hingga bertanam sayur.

Sebanyaka 150 warga binaan itu mendapat pembekalan untuk mengembangkan kualitas kerja yang bisa dipraktikan saat bebas nanti. Hasilnya pun tidak main-main. Saat terasmaluku.com menyambangi lapas, tampak mereka sedang sibuk membuat beragam karya.

Kepala Lapas Kelas II B Piru, Saiful Sahri mengatakan pembinaan keterampilan semacam ini bertujuan agar menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat nanti. “ini bagian dari pembinaan mental. Agar nanti mereka bisa bermanfaat di lingkungan sosial,” kata Siful.

Semua kerajinan itu, kata Saiful langsung dipasarkan ke Kota Piru dan sekitarnya. Soal hasil, mereka menerapkan sistem bagi hasil. Yakni sebagian masuk ke pihak lapas dan sebagian lagi ke pengrajin.

Wawan, salah seorang warga binaan Lapas Kelas II Piru mengakui kegiatan selama di lapas itu mereka mendapat banyak hal baru yang bisa dipraktikkan saat waktu bebeas nanti.

“Setelah kami diberikan pelatihan selama delapan hari akhirnya saya dan teman-teman bisa membuat tirai yang bahan dasarnya dari bambu,” ungkap wawan.

Manfaat lain juga dirasakan Rusli Kosso. Selama 10 bulan dibina, dia mampu mengisi pundi-pundinya melalui penjualan sayur dan jagung bersama rekan-rekan lain. “Alhamdulilah uang hasil bertanam sayur bisa diberikan kepada anak istri di rumah,” akunya bangga.

Rusli dan rekannya menanam sekitar 1.000 anakan kacang panjang. dalam sekali panen bisa mencapai 150 kilogram. (FADLI. B)