Kasrul : 74 Miliar Anggaran Covid Provinsi Maluku Terpakai, Tahun Depan Dianggarakan 45 Miliar

by
Petugas melakukan tes usap (swab) Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon, Kamis (18/6/2020). FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengungkapkan hingga 15 Desember 2020, anggaran Covid-19 sebesar Rp 74 miliar lebih sudah terpakai dari total Rp 122 miliar anggaran penanganan covid-19 Provinsi Maluku.

“Anggaran untuk penanganan covid beserta dampak-dampaknya yang sudah terealisasi 74 miliar dari total 122 miliar rupiah lebih yang dianggarakan di BTT untuk penanganan covid dan dampak-dampaknya, ini sampai tanggal 15 Desember 2020,”ungkapnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (30/12/2020).

Loading…

Rinciannya dari Rp 74 miliar itu diperuntukan ¬†untuk pemakaian diantaranya bidang kesehatan dan pendukungnya kurang lebih Rp 39 miliar, sistem pengamanan dan keamanan kurang lebih Rp 13 miliar, memperbaiki fasilitas kesehatan di lokasi karantina Rp 4 miliar, sistem informasi di Sekretariat (Satgas) itu Rp 1,9 miliar dan juga ada untuk penanganan dampak ekonomi,”jelasnya.

Nantinya, sisa dari anggaran Covid Tahun 2020 ini kata Kasrul akan dipakai lagi untuk tahun depan. “Uang sisa parkir di APBD dan akan dipakai tahun depan,” sambungnya.

Penggunaan anggaran covid Provinsi Maluku ini lanjut Kasrul juga telah diaudit oleh BPK. “Ada dua BPK audit, pertama audit kinerja dan kedua audit keuangan. Audit keuangan itu ada pengembalian-pengembalian. Mudah-mudahan akuntabilitasnya (penggunaan anggaran covid) dengan adanya BPK dan Kejaksaan dalam Tim Satgas, akuntabilitas ini bisa dinilai ya, karena kalau akuntabilitas kuat, imun juga tinggi ya,”tuturnya.

Untuk Tahun 2021, penanganan covid-19 Provinsi Maluku dianggarkan sebesar Rp 45 miliar. “Untuk tahun depan kita anggarkan kurang lebih 45miliar untuk tangani covid. Kenapa dia jauh lebih sedikit? karena ada yang ditangani kementerian seperti vaksin. Kita hanya operasional, kalau ada pelatihan kita kasi perjalanan dinas,”tandasnya. (Ruzady)