Kasus Meningkat, DPRD Maluku Dukung Sekolah Tatap Muka Ditunda

by
Kondisi sekolah di Ambon yang lengang tidak ada aktivitas akibat pandemi covid-19. FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Rencana sekolah tatap muka terbatas di tahun ajaran baru pada Juli 2021 ini kembali tertunda menyusul peningkatan kasus Covid-19. Sebagai gantinya, proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring kembali dilakukan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary mengatakan, sesuai surat edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, pembelajaran tatap muka terbatas bisa dilakukan, namun ternyata meledak lagi penyebaran Covid-19 yang begitu masif, dan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Maka atas dasar itulah kata Samson, tidak mungkin pembelajaran tatap muka digelar termasuk di wilayah Maluku yang juga kasus Covid-19 naik.

“Instruksi Menteri Pendidikan bahwa, kalau dilakukan belajar tatap muka, itupun di daerah zona hijau. Namun harus ada persetujuan dari Satgas, orang tua murid, dan pihak sekolah, bila diantara tiga pihak itu satu yang keberatan saja tidak bisa jalan sekolah tatap muka, dan kami DPRD mendukung hal itu,” kata Samson kepada wartawan di DPRD Maluku Rabu (14/7/2021).

Namun Samson mengatakan, terkait sekolah daring atau online, keterbatasan di Maluku, banyak daerah yang mengeluh. Seperti di Kabupaten Kepulaun Aru, karena keterbatasan jaringan internet, sehingga pembelajaran tidak maksimal.

“Temuan kita di lapangan, kalau pun belajar daring, jalannya hanya 10 persen saja dalam satu bulan, itu juga guru-guru datang berkunjung dari rumah ke rumah numun itu juga tidak maksimal,” kata Samson.

Dia juga menjelaskan, hasil evaluasi tentang mutu pendidikan di Indonesia termasuk Provinsi Maluku pada tahun 2020 menurun. Kondisi tersebut kata Samson bisa dimaklumi karena situsai pandemi Covid-19.

“Salah satu cara agar pendidikan ini bisa berjalan dengan baik dan covid ini berakhir, pemerintah menargetkan untuk vaksinasi supaya bisa tercapai, hingga muncul kekebalan komunal, dan diharapkan pandemi bisa mulai menurun, dan baru kita ambil kebijakan normal lagi,” ungkap politisi PDIP Maluku ini. (DAC)