Kebakaran Kilang Minyak Balongan Tidak Ganggu Pasokan BBM di Maluku

by
Foto: Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kebakaran kilang Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat tidak mengganggu distribusi mupun stok BBM di Maluku dan Papuan. Hal itu dinyatakan langsung oleh Unit Manager Communication, Relations dan CSR Papua Maluku PT Pertamina MOR VIII, Edi Mangun.

Edi melalui saluran pesan singkat menyebutkan sumber pasokan BBM yang masuk ke wilayah Maluku hingga Papua tidak berasal dari kilang minyak Balongan, Indramayu.

“Pola distribusi yang ada di wilayah kerja region Maluku dan Papua sangat aman. Karena hampir 90 persen suplai BBM berasal dari pertamina unit pengolahan V Balikpapan Kalimantan Timur dan Unit Pengolahan VII Distrik Seget, Kabupaten Sorong,” sebut Edi kepada wartawan pagi tadi.

Musibah yang terjadi di kilang Balongan itu terjadi pada dini hari yang akibatkan ledakan besar atas satu tangka yang terbakar. Hanya Edi saja skema pasokan dan distribusi tidak mengganggu wilayah timur Indonesia khususnya Papua dan Maluku.

Bahkan dalam keterangan terpisah Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifky Sukarya pun menyatakan kebakaran kilang minyak Balongan ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.

“Musibah itu tidak berikan dampak langsung apalagi mengganggu suplai BBM di Maluku dan Papuan. Situasi stok kita di semua fuel terminal yang ada di 4 provinsi berada di stok aman,” lanjutnya.

Stok BBM yang ada di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat aman. Rerata produk BBM berada di atas 15 hari stok. Dia menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi jika ada yang menyatakan kelangkaan BBM.

Hal ini dapat memicu panic buying. Justru kondisi panic buying inilah yang membuat terjadi kelangkaan. Padahal stok yang disiapkan pertamina mampu mencukupi kebutuhan hingga lebih dari dua minggu ke depan.

Sekilas, kilang Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero).

Kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah (Crude Oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM. Petrokimia RU VI Balongan mulai beroperasi sejak tahun 1994. (PRISKA BIRAHY)