Kejari SBT Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Tobo Rp 1,6 Miliar

by
Kepala Kejari SBT Riyadi. FOTO : SOFYAN KASTELA

TERASMALUKU.COM,-BULA-Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Timur (SBT) menemukan dugaan korupsi Dana Desa (DD) Negeri Administratif Tobo, Kecamatan Werinama, Kabupaten SBT senilai Rp 1,6 miliar yang dilakukan mantan karateker bernisial NA.

Kepala Kejari SBT Riyadi  mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Aula Pandopo Bupati SBT Kamis, (9/4/2020) usai menghadiri rapat pencegahan Covid-19. Riyadi mengatakan, tim Kejari SBT sudah kembali dari lapangan melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi DD Desa Tobo. “Hasil penyelidikan terdapat indikasi kuat, perbuatan yang bersangkutan diduga menyebabkan kerugian terhadap negara sebanyak Rp 1,6 miliar,”  kata Kepala Kejari SBT Riyadi.

Riyadi menjelaskan sebanyak tiga orang masyarakat Desa Tobo sudah memberikan keterangan resmi terkait dugaan korupsi DD yang dilakukan NA. Namun lanjut Kejari, keterangan atas dugaan korupsi tersebut kambali diperkuat dengan Bendahara dan Sekretaris Desa Tobo.

Loading...

“Sebelumnya ada tiga warga memberikan keterangan, kini penambahan keterangan dari Bendahara dan Sekretaris Desa Tobo terkait dugaan korupsi yang dilakukan NA. Kami juga sudah mengambil dokumentasi lapangan, dan indikasinya sangat kuat bahwa yang bersangkutan malakukan kerugian negara sekitar Rp 1,6 MilIar. Dalam maktu dekat kita akan panggil NA untuk diperiksa,” tutur Riyadi.

Dugaan korupsi DD yang dilakukan mantan karteker Desa Tobo NA dilakukan secara berturut-turut, mulai dari tahun 2016, 2017 dan tahun 2018. Dugaan korupsi DD tahun 2016 dengan jumlah anggaran senilai Rp 773 juta, sebagian kegiatan belum dikerjakan alias fiktif. Tahun 2017 juga demikian, dengan total anggaran sebesar Rp 915 juta, beberapa kegiatan seperti pembangunan Polindes, lapangan voli belum tuntas pekerjaan hingga kini. (Sofyan Kastela)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *