Kejati Maluku Sarankan Buronan Hartanto Hutomo Serahkan Diri

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Jadi buronan Kejaksaan Tinggi Maluku dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), satu tersangka kasus tipikor Taman Kota Saumlaki, Hartanto Hutomo kini tengah dikejar-kejar.

Ini setelah kontraktor proyek Taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2017 sehingga menyebabkan kerugian negara senilai Rp. 1,035 miliar itu abaikan tiga kali panggilan yang dilayangkan Penyidik Kejati Maluku.

Posisi terakhir, Hartanto diketahui berada di Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus ini, Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku menetapkan empat orang tersangka yaitu mantan Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Adrianus Sihasale alias Donny, Frans Yulianus Pelamonia, Wilma dan Hartanto Hutomo.

Selain Hartanto Hutomo, tiga tersangka lainnya sudah ditahan dan kini tengah jalani proses peradilan di PN Ambon.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba

“Iya benar, sekarang dia (Hartanto Hutomo) DPO),”jawab Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Karena Jumat (30/7/2021) di Ambon.

Ditambahkan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku, Muji Murtopo, saat ini tersangka Hartanto lagi dikejar-kejar oleh penyidik.

Asintel Kejati Maluku, Muji Martopo. Foto : Istimewa

“Yang jelas Tim Penyidik sedang memburu dia karena sudah tiga kali dipanggil tidak hadir,”tuturnya menambahkan saat diwawancarai Jumat sore via seluler.

Dia pun menyarankan, tersangka yang merupakan kontraktor dalam proyek bermasalah ini agar lebih baik menyerahkan diri daripada harus bersembunyi karena selama belum tunjukkan batang hidung, pasti akan dikejar.

“Lebih baik segera datang di hadapan penyidik untuk segera diperiksa, karena tersangka yang lain sudah kooperatif,”pesannya.

Dia juga meminta jika masyarakat mengetahui keberadaan buronan yang satu ini agar bisa melapor ke kejaksaan agar sang buronan ini segera ditangkap. (Ruzady)