Kemenag Maluku Gelar Jalan Kaki Kerukunan Umat Beragama

by
Kepala Kanwil Kemenag Maluku Faisal Mosaad melepas Jalan Kaki Kerukuran Beragama Maluku, Jumat (18/11).

AMBON-Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Wilayah Maluku menggelar Long March jalan kaki kerukunan umat bergama, mengkampanye persaudaraan dan toleransi antar umat beragama di Kota Ambon. Long March dimulai dari Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (18/11) ditandai pelepasan balon secara bersama oleh Kepala Kemenag Wilayah Maluku, Faisal Mosaad, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisutta dan tokoh agama lainnya. Kegiatan ini juga dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) ke 71 dan HUT Kemenag Maluku ke 65 Tahun pada 3 Januari nanti.
Peserta long march yang terdiri dari pegawai jajaran Kemenag di Maluku dan tokoh agama melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon. Sepanjang jalan mereka menyeruhkan kepada warga untuk terus menjaga persaudaraan dan perdamaian di Kota Ambon dan Maluku. Faisal menyatakan untuk HAB Kemenag ke 71 tahun dan HUT Kemenag Wilayah Maluku ke 65 Tahun ini, sengaja mengangkat tema Kerukunan dan Perdamaian. Tema ini sesuai dengan kondisi kekinian, agar masyarakat tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, persaudaraan dan perdamaian.
Faisal menyebutkan, kondisi kekinian di Indonesia adalah banyak bermunculan berita – berita yang dapat memicu provokasi, adu domba dan menimbulkan keresahan diantara warga. Dalam posisi ini, menurut Faisal, Kemenag akan terus mengkampanyekan toleransi, perdamaian serta membangun persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. “Melalui Long March kerukunan umat beragama ini, kita menyeruhkan kepada semua warga, tokoh – tokoh agama, tokoh masyarakat agar mari kita jaga kebersamaan, persaudaraan jangan terpancing dan terprovokasi, atau meneruskan berita-berita bohong yang tidak akurat, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Sementara itu Rektor IAIN Habollah Toisutta menyatakan, jajaran Kemenag memiliki peran dan tanggungjawab yang besar untuk menjaga kerukunan, toleransi dan perdamaian di setiap daerah, terutama di Maluku. Apalagi keinginan besar Pemprov Maluku menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama. “Karena itu peran yang harus diambil lebih maksilmal adalah Kemenag Maluku, bagaimana membangun perjumpaan-perjumpaan yang baik diantara komunitas warga, serta bagimana menjabarkan kerukunan itu mulai dari jajaran Kemenag sendiri hingga ke elemen – elemen masyarakat harus tahu, hidup rukun dan damai itu indah,” katanya.(ADI)