Kemendagri Minta Hentikan Segala Bentuk Kerumunan Massa Saat Pendaftaran Calon Kepala Daerah

by
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharudin. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menyayangkan banyaknya kerumunan massa pendukung yang hadiri  saat pendaftaran bakal calon kepala daerah (Calkada) saat mendaftar di KPU daerah.

Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi penularan covid-19, di tengah situasi pandemi. Seharusnya semua pihak menjalankan peraturan PKPU Nomor 6 dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020, tentang pelaksanaan Pilkada dalam kondisi bencana nonalam (Covid-19)menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada serentak 2020,  mulai dari tahapan persiapan hingga tahapan penyelenggaran Pilkada.

“Kita sangat meyayangkan banyaknya kerumunan massa saat pendaftaran paslon dua hari ini,”ujar Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharudin saat menghubungi Terasmaluku.com Minggu (6/9/2020). Pendaftaran pasangan calon kepala daerah sudah dilakukan sejak Jumat 4 September dan akan berakhir Minggu 6 September 2020.

Atas banyaknya kerumunan massa saat pendaftaran selama dua hari ini, Bahtiar mengatakan, Kemendagri meminta agar KPU dan Bawaslu daerah untuk bisa menghentikan segala bentuk kerumunan massa saat pendaftaran bakal calon kepala daerah di KPU.

Loading...

“Kami mendukung sepenuhnya sikap tegas rekan-rekan KPU dan Bawaslu daerah untuk menghentikan segala bentuk kerumunan massa. Mohon PKPU Nomor 6 dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020  ditegakkan,”pintanya.

Bahtiar juga meminta agar aparat keamanan dan juga penegak hukum di daerah memperhatikan hal ini sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020, tentang protokol kesehatan, menggunakan masker.

Begitu juga kepada Parpol pengusung, diminta agar mengingatkan pasangan calon yang diusung untuk mematuhi protokol kesehatan. “Dan juga kepada pasangan calon perseorangan harus mematuhi protokol kesehatan,”pesannya.

Tidak hanya itu saja, Bahtiar juga mengingatkan kepada masyarakat dan awak media di daerah agar lebih kritis kepada pasangan calon yang tidak menghiraukan protokol kesehatan.

“Keselamatan warga negara diatas segalanya. Mari kita bersatu untuk mengingatkan pentingnya kepatuhan hukum protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020,”tandasnya. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *