Kemendikbud Minta Peserta Diklat Penguatan Kepsek di SBT Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

by
Hadi Sucipto, panitia penyelenggara dari Kemdikbud saat membuka Diklat, Penguatan Kepsek moda luring di Hotel Surya Kota Bula Kabupaten SBT, Rabu (21/10/2020). FOTO : SOFYAN

TERASMALUKU.COM,-BULA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta peserta yang mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat), Penguatan Kepala Sekolah (Kepsek) moda luring di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk disiplin terapkan protokol kesehatan covid-19. Ini penting agar peserta terhindar dari virus corona atau covid-19.

“Kami minta, peserta Diklat penguatan kepala sekolah ini, dapat menjaga kesehatan dengan baik, penerapkan protokol kesehatan sebagai perubahan perilaku dengan memakai masker, jaga jarak fisik dan selalu mencuci tangan. Ini harus diterapkan sehingga terhindar dari Covid-19,” kata Hadi Sucipto, panitia penyelenggara dari Kemdikbud saat membuka Diklat, Penguatan Kepsek moda luring di Hotel Surya Kota Bula Kabupaten SBT, Rabu (21/10/2020).

Sucipto dalam laporannya mengatakan, peserta Diklat harus menjaga kesehatan dengan baik. Agar bisa mengikuti kegiatan penguatan kepala sekolah ini hingga hari terakhir. “Kita masih dalam kondisi Covid-19. Maka peserta dan kita semua harus menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Loading...

Sucipto juga mengatakan sebelum proses belajar mengajar dimulai oleh guru, baik itu melalui sistem belajar tatap muka maupun sistem daring, wajib diawali dengan sosialisasi protokol kesehatan 3M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Ini sebagai tindaklanjut dari Surat Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 77106/A.A7/EP/2020, tentang Pelaksanaan edukasi 3M. Surat tersebut berisi tentang imbauan bagi dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota, serta pimpinan perguruan tinggi agar seluruh satuan pendidikan melakukan edukasi 3M secara konsisten dan berulang.

Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan prinsip Kemendikbud mengenai pembelajaran masa pandemi, yaitu mengutamakan keselamatan dan kesehatan komunitas pendidikan, serta tumbuh kembang dan kondisi psikososial peserta didik.

Terkait Diklat penguatan Kepsek kata Supcito, sangat penting untuk seorang calon kepala sekolah mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Karena, kata dia, STTPP merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi tiap calon kepala sekolah.

Diketahui, peserta yang mengikuti Diklat tersebut berasal dari kepala sekolah di 15 Kecamatan se-kabupaten SBT. Diklat ini berlangsung selama lima hari. “Maka, kesehatan sangat penting bagi peserta,” tutupnya. (Sofyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *