Kemenkes Puji Maluku, Baru Seminggu Program Imunisasi Masuk Kategori Hijau Imunisasi

Kemenkes Puji Maluku, Baru Seminggu Program Imunisasi Masuk Kategori Hijau Imunisasi

SHARE
Puluhan siswa MTs Batu Merah di kawasan Kebun Cengkeh Kota Ambon mendapat vaksin campak dan rubella saat launching bulan imunisasi campak dan rubella, Selasa (7/8/2018). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bulan imunisasi campak dan rubella yang dilakukan serempak se Indonesia alami kemajuan di Provinsi Maluku. Bulan imunisasi yang dimulai pada 1 Agustus hingga 6 Agustus 2018 menunjukkan, Maluku termasuk daerah yang paling maju dalam skala angka cakupan imunisasi.

Didik Budijanto, Staf Kementerian Kesehatan menghadiri pencanangan bulan imunisasi di Ambon

Program pemerintah pusat itu digelar sebagai upaya pencegahan angka kecacatan dan kematian akibat virus campak dan rubella. Bulan campak merupakan cara terbaik untuk melindungi anak Indonesia usia 9 bulan hingga 15 tahun dari ancaman penyakit menular.

Pencapaian itu mendapat pujian dari staf Kementrian Kesehatan Republik Indonesia saat mendatangi launching Bulan Imunisasi Campak dan Rubella di MTs Kota Ambon. “Bagus lho ini, Maluku masuk yang hijau. Barus seminggi tapi pencapaian imunisasi tinggi,” ujar Kepala Pusat Data dan Info Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Didik Budijanto usai pemberian vaksin kepada siswa MTs Batu Merah Kota Ambon, Selasa (7/8/2018).

Berdasar data online yang masuk, angka pencapaian imunisasi vaksin di Maluku 14.0327 persen dalam seminggu. Data itu merupakan kiriman dari 10 Kabupaten dan 75 Puskesmas di Maluku. Didik mengakui hal itu sebagai kemajuan yang signifikan bagi wilayah di Indonesia Timur. Itu berarti masyarakat cukup terbuka dan menerima program vaksin sebagai bentuk perlindungan dini bagi generasi penerus bangsa. Hal itu masuk dalam kategori hijau.

Dia optimistis hal itu bisa mencapai target imunisasi lebih dari 95 persen. Baginya penting memberikan vaksin. Pasalnya ancaman dari dua penyakit itu dapat mengganggu kualitas hidup sejak dini. “Di Indonesia positif maesles 5.000 anak,” sebutnya.
Sampai saat ini suspect atau dugaan anak terkena campak sekitar 38.000 anak di Indonesia. Karena itu imunisasi campak rubella amat penting diberikan.

Ritha Tahitu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyebut kemajuan imunisasi di Maluku sebagai bentuk keseriusan untuk melindungi kesehatan anak Maluku. “Data yang kami dapat sampai kemarin sudah 7 Kabupaten dan 75 Puskesmas,” bebernya. Ritha yakin upaya pemberian vaksin bakal berhasil dijalankan di Provinsi Maluku kepada total 546.335 anak di seluruh Maluku.

Vaksinasi kepada sejumlah siswa pagi tadi pun mendapat tanggapan positif. Bahkan anak anak antusias meski raut cemas gemas saat disuntik terpancar dari raut wajah mereka. “Vaksin ini bagus biar kita terhindar dari penyakit. Semoga teman teman lain tidak takut dan mau diimunisasi,” kata Ketua Osis MTs Kota Ambon, Fahri Abidin.(BIR)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...