Kepala BKN Regional Makassar Pantau Tes CPNS di Bursel, Baru Tujuh Yang Lulus

by
Dari kanan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makasar, Sayadi didampingi Penjabat Sekda Buru Selatan (Bursel) saat memonitoring pelaksanaan tes CPNS Tahun 2018 di Kabupaten Bursel, Senin (19/11/2018). FOTO : FIK (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE-Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makasar, Sayadi memonitoring  pelaksanaan tes CPNS Tahun 2018 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Senin (19/11/2018).  Sayadi yang didampingi Penjabat Sekda Bursel A.M. Laitua memantau pelaksanaan tes CPNS online sistem CAT yang berlangsung di Lantai II Kantor Bupati Bursel.

“Kunjungan saya kemari adalah karena wilayah Buru Selatan ini  merupakam wilayah kerja saya. Ada 5 provinsi dan 71 kabupaten/kota. Termasuk di Maluku sampai dengan Buru Selatan ini. Saya ingin mengetahui langsung situasi terkait dengan pelaksanaan tes CPNS online menggunakan CAT,” kata Sayadi kepada wartawan.

Ia juga  memonitoring tingkat kelulusan saat tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS.”Kalau masalah yang lulus, memang sampai dengan saat ini masih minim sekali. Baik di Buru maupun di Buru Selatan ini sangat minim sekali. Bukan hanya di wilayah sini saja, tetapi seluruh wilayah Indonesia memang minim sekali untuk lulus SKD,” tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah peserta tes SKD CPNS di Bursel hingga, Senin (19/11/2018), baru tujuh orang lulus berdasarkan sistem passing grade.  Tes akan berakhir pada Jumat (23/11/2018) nanti besok, dan kuota CPNS untuk Bursel  302 formasi.

Sayadi mengaku pihaknya bersama pemerintah daerah telah berupaya untuk berkoordinasi dengan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait kebijakan apa yang diberikan dari hasil  tes yang banyak tidak memenuhi kuota dari masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

loading...

Terkait tinggihnya nilai passing grade dan permintaan ada sistem perengkingan, Sayadi menilai sistem passing grade yang berlaku saat ini sama dengan tahun yang lalu.”Hanya saja, nanti seperti apa. Karena passing grade memang ada wacana, Menteri Aparatur Negara mengambil kebijakan turunkan passing gradenya atau nilai-nilai tertinggi yang akan diambil untuk melakukan seleksi berikutnya yaitu SKB, seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan soal passing grade diatur dalam  Peraturan Menpan sejak setahun lalu saat tes CPNS.”Hanya saja memang saat ini kesulitan dari pada anak-anak kita untuk mengerjakan soal, mungkin tingkat kesukitannya itu lebih tinggi dari tahun lalu,” jelasnya. Solusi apa untuk bisa menutupi kuota bila hasil tes  tidak mencapai target, Suyadi mengatakan tinggal menunggu kebijakan Kemenpan.(FIK)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *