Kepemimpinan Gereja Ke Depan : Belajar Dari Mutiara Aru

by
Gamaliel Wirtha, Pendeta GPM. FOTO : ISTIMEWA

Kepulauan Aru terkenal dengan Sumber Daya Alamnya. Salah satu yakni Mutiara. Menurut tuturan masyarakat, kalau dulu ketika mereka berlayar melewati sungai, dipinggiran sungai ada terang yang dipancarkan oleh Mutiara. Namun saat ini hal itu sudah terlihat lagi.

Ada beberapa aturan adat/ norma yang selalu dijaga oleh masyarakat khusus paara penyelam dan keluarganya dan oleh masyarakat dianggap sangat sakral (pamali) yakni pertama ketika ada rencana untuk menyelam siput tidak boleh ada perkelahian antara suami dan istri serta anak-anak, ada konflik dengan orang lain. Jika tidak maka sang penyelam akan mendapat masalah saat dilautan, kedua saat pagi hari menyiapakan alat-alat menyelam dan berjalan ketika orang yang tidak menyelam berjalan dengan mereka atau sedang mengikuti mereka dilaraang untuk mendahuluinya.

Loading…

Kini menyelam sudah menjadi sebuah cerita indah, sebab dengan perkembangan saat ini, menyelam mutiara sudah menjadi mata pencharian alternatif. Bahkan terang dipinggiran sungai juga sebagai sebuah cerita nostalgia masa lalu yang penuh keindahan

Oleh Dosen Sejarah Gereja Fakultas Teologi UKIM, pdt Dr Johan Saimima, MA, bahwa diabad 19, mutiara Aru memiliki kualitas yang sangat tinggi di bandingkan dengan mutiara lainnya dibelahan dunia. Sehingga ada perusahan mutiara di Australia yang nekat bisa tutup di Australia dan membukanya di Aru.

Saat ini pun masyarakat sudah jarang lagi menyelam sebab sudah ada perusahan yang melakukan budidaya mutiara dikepulauan aru dan sebagian masyarakat dipekerjakan di perusahan tersebut sangat wajar kalau mutiara dilautan Aru semakin langka atau sulit terlihat seperti dulu.

Kepemimpinan Gereja (GPM) 2020-2025 Oleh : Gamaliel Wirtha, Pendeta GPM

Gereja Protestan Maluku (GPM) memiliki sejarah yang panjang dalam menunaikan tugasnya sebagai Alat membritakan Kristus yang tersalib, membritakan injil kerajaan Allah.
Pada sidang sinode GPM ke 38 akan dilakukan pemilihan Kepemimpinan baru untuk 5 tahun ke depan.

Beta mencoba berefleksi tentang proses persidangan yang sedang berlangsung yang akan memilih kepemimpinan gereja dengan belajar dari mutiara Aru.

PERTAMA, Mutiara itu tetap bersinar dimana saja ia berada. Entah dilumpur, entah gelombang dan arus yang kuat, dalam diri mutiara adalah bersinar.
Siapapun pemimpin GPM Tetap memancarkan sinar kasih bagi setiap orang dimana saja. Gereja Adalah persekutuan dengan tubuh Kristus. Terang kemuliaan Kristus akan nampak pada setiap pelayanan bergereja

KEDUA mutiara Aru memiliki nilai yang sangat tinggi dan menjadi incaran banyak perusahan wajarlah jika membuat para penyelam dengan ritus-ritus yang sakral saat ini tak nampak lagi.
GPM sebagai gereja yang memiliki anggota yang banyak yang tersebar di provinsi Maluku dan Maluku Utara tentunya memiliki nilai yang tinggi. Sejak awal para pendeta/pengijil yang di utus GPM mengorbankan jiwa dan raga untuk membritakan Kristus yang tersalib dan tanpa pamrih.

Tanpa memperdulikan jarak, keadaan jemaat, kehidupan ekonomi keluarga. Mereka begitu militan memberitakan injil kerajaan Allah. Mereka telah meletakan dasar bergereja yang kokoh.
Siapapun yang terpilih sebagai pemimpin gereja Pada Sidang Sinode GPM ke 38 tetap menjaga nilai-nilai bergereja seperti ungkapan “biarlah gereja menjadi gereja” sebagai penampakan karya keslamatan Kristus bagi dunia dan alam semesta

KETIGA, ada beberapa aturan adat/ norma yang berlaku, selalu ditakuti sebab sangat sakral dan nyata bagi mereka yang melawan ritus- ritus tersebut. Yakni berdamai dengan keluarga dan orang lain sebelum menyelam dan fokus ke belang/motor haruslah fokus yakni mau menyelam bagi kebutuhan keluarga.
Persidangan Sinode sejak dibuka banyak status-status yang memberikan pikiran bagi persidangan, ada juga yang lebih menitihberatkan pada siapa yang harus terpilih menjadi pemimpin. Semuanya itu wajar dalam sebuah persidangan.

Persidangan sinode GPM ke 38 sebagai alat Tuhan tetap memancarkan Kasih Kristus yang rela berkorban bagi dunia. Tentu dalam tugas itu kita tetap fokus pada prinsip bergereja ” “Beritakanlah Injil Kerajaan Allah berdasar pada Alkitab”

KEEMPAT mutiara aru sudah di budidayakan oleh perusahan-perusahan mutiara namun tetap kualitas mutiara Aru. Kepemimpinan GPM 5 tahun kedepan akan dihadapkan dengan berbagai dinamika kehidupan sosial politik dll. Pada tahun 2022, 2024 akan ada pemilihan Legislatif, (DPR, DPD dan DPRD), Pilpres, pilkada. Pasti memiliki tantangan yang berdampak luar biasa bagi gereja.

Kepemimpinan GPM ke depan sesungguhnya akan tetap menjadi GPM dan tentunya melakukan tugas, membina, mendidik setiap warga gereja. Sehingga pada moment-moment politik semua warga akan mencintai Gereja dan menjga gereja sebagai alat Apapun warna-warni kepentingan warga gereja, tetap menunjukan diri sebagai Warga GPM. Disitulah kita mewujudkan Doa Yesus kepada para murid “Supaya mereka semua menjadi satu”

“Kami membritakan Kristus yang tersalib
“Supaya mereka semua menjadi satu

#DuidAtursit
#Kalwedo