Kepolisian Amankan 26 Orang di SBT Hindari Ricuh

by

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) tegaskan pengamanan 26 warga Sabuai sebagai langkah prefentif. Kapolres SBT, AKBP Adolof Bormasa menyatakan anggotanya yang membawa puluhan warga itu untuk mencegah jangan sampai ada tindakan pembalasan dari para pekerja lain.

Kepada wartawan, Adolof menyebut, informasi terkait pengrusakan alat berat oleh 26 orang itu diketahui oleh para pekerja lain di kamp PT. Sumber Berkat Makmur (SBM). “Dorang yang di kamp itu kan orang lokal juga. Jadi dari kapolsek info pengursakan itu sudah diketahui mereka. Ini dalam rangka mengamankan warga jangan sampai terjadi lebih besar,” jelas Adolof kepada Terasmaluku.com di Hotel Ambon Manise, Selasa (25/2/2020).

Informasi yang dihimpun dari polsek Werinama yakni pengrusakan berupa pelemparan kaca mobil berat juga pemotongan kabel. Pengrusakan itu, kata Adolf, lekas terdengar oleh para karyawann lain. Hal ini yang coba diantisipasi pihaknya dengan membawa turun 26 orang tersebut ke polsek.

Tujuannya agar masa dari kamp tidak bertemu dengan 26 warga tadi. “Untung pak kapolsek cepat amankan mereka. Coba kalau mereka bertemu di atas, (lokasi pengrusakan) apa mereka ketawa,” tegasnya yang saat itu mendatangi langsung polsek Werinama.

Dirinya memastikan jika tindakan yang diambil adalah pengamanan. Dari situ, barulah ada pengembangan. Pihak kepolisian lantas menahan dua orang dari mereka di polsek Werinama. Penahanan itu atas tuduhan pengrusakan dan mereka yang bertindak sebagai tokoh kunci aksi.

Berdasar informasi warga ada dugaan jika PT. SBM masuk hutan terlalu jauh. artinya wilayah kerja mereka melebihi yang ditetapkan pada awal. Hal itu yang lantas menyulut sebagian warga untuk memprotes dengan menghentikan aktifitas alat berat tersebut. “Saya tanya apakah ini sudah lapor ke camat atau kapolsek atau danramil belum. Nah mereka tidak ambil langkah ini dan eksekusi di lapangan. Ini yang keliru di sini,” sebutnya.

Sementara itu pemilik usaha PT. SBM, Imanuel Qoedarusman meyakini jika akftiftas karyawannya sudah sesuai prosedur. “Saya pastikan itu. Kita kerja sesuai ijin dan masyarakat juga tahu itu,” akunya kepada sejumlah wartawan kemarin malam di saat ditemui di kawasan Jalan Jenderal Sudriman Ambon, Selasa (25/2/2020).

Semisal Ijin IUP yang dikeluarkan Bupati SBT, Mukti Keliobas atas dasar rekomendasi gubernur. Ijin itu keluar pada 2018.  Kemudian IPK yang diterbitkan Dinas Kehutanan provinsi. Ijin itu kata Yongki diperbarui tiap tahun oleh perusahaan. Terhitung sejak awal beroperasi pada 2018. Pihaknya mencurigai aksi ini semata ada yang menunggangi. Dan berharap segera tuntas.

Untuk semenatra aktifitas perusahaan dihentikan sambil proses berjalan oleh pihak kepolisian. Pembuktian dokumen ijin PT. SBM juga akan dilakukan instansi berwenang yaitu Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan kabupaten SBT. Sedangkan warga juga berencana bertemu pihak perusahaan untuk meluruskan masalah serta meminta penjelasan lanjutan terkait hak-hak yang merka terima. (PRISKA BIRAHY)