Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Maluku Klarifikasi Soal Heboh Pasien Oma

by
Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan pers, Sabtu (11/4/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON,– Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, mengklarifikasi pernyataannya tentang adanya pasien Oma yang kemudian membuat resah masyarakat Negeri Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Temgah.

BACA JUGA : Cegah CORONA, Diaspora Banda Naira Minta Gubernur Hentikan Pelayaran Kapal Pelni ke Banda

Penyebutan nama oma dalam keterangan persnya Sabtu (11/4/2020) kemarin berkaitan dengan perkembangan kasua Covid-19 di Provinsi Maluku, bukan menunjuk pada salah satu nama negeri di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Karena seorang pasien positif adalah seorang Oma.

BACA JUGA : Maluku Tambah 9 Orang Positif, Jadi 12 Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Dalam keterangan pers tersebut, Kasrul yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku ini, menyebutkan, hasil penelusuran dari Oma itu katong (kita) dapat tiga pasien. “Oma yang saya maksud itu adalah nenek pasien kasus 02, karena beliau sudah lanjut usia,” ungkap Kasrul dalam rilis yang disampaikan Humas Pemerintah Provinsi Maluku, Minggu (12/4/2020).

Loading...

Dijelaskannya, pasien Oma yang dimaksudnya adalah nenek berusia 74 tahun yang merupakan pasien 02. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata diperoleh tiga tambahan kasus positif darinya.”Rekan-rekan media pasti tahu ini, karena mereka selalu mengikuti perkembangan kasus Covid-19 ini,” terang Kasrul.

BACA JUGA : Satu Pasien Positif Covid-19, Kadis Kesehatan SBB Belum Tahu

Menurut dia, salah pengertian ini terjadi karena video saat dirinya memberikan keterangan pers di Sekretariat Gugus Tugas di Lantai 6 Kantor Gubernur, beredar di jagat maya (media sosial), tidak lagi berupa video utuh, tapi potong-potongan video pendek.

“Karena itu ada orang yang langsung berkesimpulan kalau penyebutan Oma yang saya sampaikan itu, menunjuk pada salah satu nama negeri di Pulau Haruku. Padahal maksudnya bukan itu,” jelasnya.

Berkaitan dengan pernyataan yang hingga kini meresahkan masyarakat Negeri Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kasrul kemudian menyampaikan klarifikasi ini. (alfian/humasmaluku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *