Ketua Pemuda Remaja Masjid Maluku Diharapkan Paham Soal Agama dan Bukan Partisan Parpol

by
Ketua Badan Imarah Muslim (BIM) Maluku, Ustad Arsal Tuasikal

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua Badan Imarah Muslim (BIM) Maluku, Ustad Arsal Tuasikal berharap Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku yang akan dipilih nantinya bukan dari partisan partai politik. Hal ini dimaksudkan untuk hindari terjadinya politik praktis di dalam masjid.

Menurut Ustad Arsal, hal yang paling utama yang harus dimiliki seorang pimpinan BKPRMI Maluku adalah pemahaman tentang Islam. Pada Kamis 19 November, akan digelar musyawarah memilih Dewan Pengurus BKPRMI Provinsi Maluku Masa Bhakti 2019-2023.

“Remaja Masjid ini betul-betul menjadi organisasi kepemudaan yang sakral karena mereka basicnya masjid, beda dengan OKP lain. Sehingga yang perlu dipahami yang pertama adalah orang yang menjadi pucuk pimpinan itu harus memahami Islam dengan baik. Jadi minimal dia bisa khutbah Jumat, Ceramah, Tausiyah, paham Fiqih sehingga ketika ada jemaah yang membutuhkan bantuan dia bisa paham dan membantu, jangan sampai sebaliknya. Itu yang paling utama,”ujarnya saat dikonfirmasi via seluler, Selasa (17/11/2020).

Yang kedua diharapkannya, Ketua BKPRMI Maluku ini terhindar, atau tidak bersentuhan langsung dengan partai politik sehingga masjid tidak dipakai sebagai alat politik praktis.

“Karena jika Ketua BKPRMI rangkap juga di satu OKP parpol dan kemudian jamaah masjid disuru ikut-ikut begitu (politik praktis), janganlah. Masjid ini jadi tempat steril saja yang isinya dakwah, pencerahan mendukung program pemerintah untuk kebaikan itu saja,”harapnya.

Karena itu, Ustad Arsal berharap Ketua BKPRMI yang nantinya terpilih adalah non partisan atau tidak langsung ikut dalam struktur partai apapun. “Dan terakhir harapan kita itu kedepannya Ketua ini bisa naik kelas menjadi ulama, lompatannya jadi tokoh, bukan jadi politisi, karena basicnya masjid,”imbuhnya.

Loading...

Sementara itu  Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Abdul Manan Latuconsina mengatakan dirinya menaruh harapan besar kepada BKPRMI sebagai satu institusi yang mengayomi aktivitas pemuda dan remaja masjid agar dalam implementasi program-programnya tidak terjebak dalam kepentingan orang perorang atau kepentingan institusi-institusi tertentu.

BKPRMI harus berpihak kepada kepentigan masyarakat secara umum. “Harapannya disitu. Sehingga segala sesuatu yang berpeluang membuka ruang subyektivitas kelompok per kelompok itu kalau bisa jangan terjadi agar dalam menjalankan program kerjanya tidak terjebak dalam kepentingan subjektivitas orang perorang maupun kelompok per kelompok,”pintanya.

Apalagi, posisi BKPRMI itu sebagai pengayom pemuda dan remaja masjid. “Bisa dibayangkan kalau yang memimpin itu sudah terjebak dalam kelompok subjektif orang-perorang maka tidak akan maksimal dalam melakukan sesuatu yang terbaik untuk pemuda dan remaja masjid secara keseluruhan,”sambungnya.

Namun, pada prinsipnya terkait untuk pemilihan dalam musyawarah nantinya harus dilihat terlebih dahulu mekanisme maupun tata tertib dan aturannya sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Aturan-aturan itu yang harus dilihat, apakah ADRT ini membuka ruang bagi salah satu partisan atau tidak, dan berikutnya BKPRMI ini adalah oragnisasi pemuda remaja masjid yang nuansa dakwahnya melekat, karena itu maka saya kira kita harus mempertimbangkan siapa yang akan memimpin kedepan harus juga bisa mempertimbangkan identitas personal yang kira-kira mampu memncerminkan seorang pemuda yang betul-betul dekat dengan masjid, aktivitas masjid itu juga harus menjadi catatan,”tandas mantan Ketua Umum BKPRMI Maluku itu.

Prinsipnya kata Latuconsina, nilai-nilai agama itu harus mampu diimplementasikan dalam konteks berbangsa bermasyarakat kemajemukan kondisi real masyarakat ini oleh pemimpin BKPRMI Maluku. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *