“Kini Su Seng Ada Lai  Paparisa Baru di Ambon, Yakin di SBB, Rama di Buru dan Fatwa di MTB

by
Empat pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilantik Gubernur Maluku di Lapangan Merdeka Ambon Senin (22/5). FOTO : ADI (TERASMAUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Empat pasangan Kepala  Daerah dan Wakil Kepala Daerah resmi dilantik Gubernur Maluku Said Assagaff di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5). Adalah  Richard Louhenapessy – Syarif Hadler, menjadi Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Ramly Umasugi-Amostafa  Besan, Bupati  dan Wakil Bupati Buru, Yasin Payapo – Sustinus Akerina, Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) serta  Petrus Fatloan – Agustinus Utuwaly,menjadi Bupati dan Wakil  Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB). Gubernur menyatakan, pelantikan ini menjadi momentum rekonsiliasi warga serta  akhir dari proses politik yang panjang.

Kini kepala daerah yang dilantik bekerja membangun daerahnya, memenuhi janji- janji mereka selama proses Pilkada. Warga juga harus  bisa menerima pemimpin yang baru dilantik.  Gubernur menyebut, beda pilihan itu biasa, jangan karena beda pilihan lalu kita pecah kongsi antara adik dengan kakak, istri dengan suami, menantu dengan mertua, tetangga dengan tetangga, teman degan sahabat dan sebagainya.

“Saatnya katong samua bakukele dan terima para Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota yang ada sebagai pemimpin katong samua. Sekarang ini su seng ada Paparissa di kota Ambon, su seng ada Yakin di SBB, su seng ada  Rama di Buru, dan seng ada  Fatwa di  MTB, karena mereka yang sebelumnya memakai inisial-inisial tersebut telah dilahirkan oleh Pilkada sebagai pemimpin untuk basudara samua,” tegasnya.

Ya, Paparisa Baru adalah jargon pasangan Richard- Syarif.  Yakin, adalah  Yasin – Akerina, Rama adalah Ramly – Amustafa dan Fatwa,jagonnya Fatloan – Agustinus, yang dipakai selama proses Pilkada. Gubernur menyatakan, dengan pelantikan ini, tidak ada lagi istilah jargon- jargon tersebut. Yang ada, kepala daerah dan wakil kepala daerah milik seluruh warga dan mereka harus bisa melayani warganya dengan baik.

Gubernur mengingatkan jangan sampai  gara-gara pertarungan di ranah politik untuk saling merebut kekuasaan, lalu masyarakat dikorban,  rela menghancurkan persaudaraan dan menimbulkan “pandarahan” di ranah atau domain sosial keagamaan. Menurut gubernur, momentum Pilkada harus menjadi memontum demokrasi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, pesta demokrasi untuk sebuah kegembiraan masyarakat.

Katong samua harus benar-benar menjadikan Pilkada yang sudah lewat maupun yang akan datang sebagai instrumen demokrasi untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” kata gubernur. Dia katakan, sangatlah naif jika jargon demokrasi itu vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, maka apa artinya Pilkada itu dilaksanakan dengan cara menghancurkan kemaslahatan dan keadaban masyarakat yang dirawat selama ini.

Gubernur melantik pasangan kepala daerah

Untuk itu, gubernur  mengajak agar moment Pilkada secara serempak yang telah lewat serta pelantikan serempak secara nasional pada Senin  itu,  sebagai entry point dan bahan pembelajaran bersama untuk memperbaiki kualitas berdemokrasi menuju pelaksanaan Pilkada Serentak Nasional dan Pelantikan Serentak Nasional Gubernur/Bupati/ Walikota pada tahun 2024 nanti.

Gubernur Assagaff berharap moment pelantikan ini, juga bisa menjadi media perjumpaan rekonsiliasi sesama orang basudara yang selama Pilkada mungkin antara satu dengan yang lain tersinggung atau sakit hati karena berbeda pilihan.”Dalam spirit seperti itu, maka momen pelantikan hari ini saya minta dirancang khusus, agar supaya jangan hanya disaksikan oleh para pejabat tinggi, tetapi dapat disaksikan oleh masyarakat luas, terlebih oleh warga masyarakat dari SBB, Buru, MTB dan tentu saja warga Kota Ambon,” ujarnya.

Menutut Assagaff, Kabupaten SBB, Buru, MTB dan Kota Ambon selama beberapa bulan terakhir dipimpin oleh Penjabat Bupati. Konstitusi negara kita mengatur bahwa pengambilan keputusan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, harus berada di tangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Defenitif, sebab hal tersebut berkaitan dengan aspek yuridis material, kebijakan politik tetapi juga legitimasi kepemimpinannya di daerah.

“Kita bersyukur bahwa Pilkada telah menghasilkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Defenitif. Oleh sebab itu, saya patut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran KPU dan BAWASLU serta PANWASLU pada Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang telah bekerja dengan baik,” katanya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat di ke-4 kabupaten/kota, yang tetap konsisten bekerja membangun dan membesarkan daerahnya, dengan kepemimpinan seorang Penjabat Bupati/Walikota. Khusus untuk Seram Bagian Barat, Assagaff tegaskan, hendaknya semua isu dan rumor yang beredar di luar yang tak terkendali segera dihentikan.

“Sekali lagi saya minta dihentikan. Pelantikan hari ini adalah jawaban pasti atas semua rumor tersebut. Ini saatnya basudara samua bakukele dan berkarya bagi kemajuan Bumi Saka Mese Nusa, seperti bunyi petuah suci dari Nunusaku ‘Nunu Pari Hatu, Hatu Pari Nunu’, bersatulah seperti beringin melingkari batu karang, dan batu karang melingkari atau menahan keras pohon beringin,” tutur Assagaff.(IAN/ADI)