KJRI New York Nilai Momen Peringatan Perjanjian Breda di Banda, Pintu Masuk Promosi Maluku

by
Winanto

AMBON – Konsul Ekonomi pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Winanto Ady menilai, momen peringatan 350 tahun Perjanjian Breda soal pertukaran Pulau Run, di  Kepulauan Banda dengan Pulau Manhattan, menjadi pintu masuk bagi promosi Maluku ke pasar Amerika.

“Kami di New York akan menggelar peringatan tersebut di bulan Agustus. Tadi Pak Wagub mewacanakan di sini (Banda) akan digelar sekitar bulan November,” ujar Winanto, usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, bersama Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Dr M. J Sapteno SH M.Hum, Direktur Pasca Sarjana, Dekan Fakultas Hukum, dan sejumlah guru besar di bidang sejarah, Senin (6/3).

Jika digelar di Maluku nanti, menurut Winanto, kemungkinan besar Konsulat Jenderal di New York bisa datang, sekaligus mengundang Walikota New York dan sejumlah filantropis dari kota tersebut.

“Kebetulan di New York itu, pusatnya filantropis atau orang-orang yang punya duit banyak untuk kegiatan sosial. Misalnya duitnya diberikan sebagai beasiswa, membantu warga miskin dan mendukung proyek-proyek sosial lainnya. Nah mereka para filantropi ini banyak di sana,” terangnya.

Kemudian pemerintah Kota New York sendiri, disebut Winanto, punya Universitas sebanyak lebih dari 20 yang pengelolaannya di bawah kota tersebut. “Barangkali dari situ juga kita bisa manfaatkan untuk kerjasama antar universitas, termasuk promosi pariwisata. Kebetulan juga, pada Maret ini,  di New York akan ada pameran perikanan terbesar se-Amerika Utara. Kami juga akan mendorong eksport seafood dari Maluku ke wilayah kerja KJRI New York,” paparnya.

Yang pasti, menurut Winanto, KJRI New York, akan bekerja sama dengan Pemprov Maluku menjadikan momen ini untuk mempromosikan Maluku ke pihak Amerika. “Jadi pintu masuknya melalui peringatan 350 tahun Perjanjian Breda,” tandasnya lagi.

Pada momentum itu, lanjut Winanto, akan dibuat serangkaian even di KJRJ New York, untuk promosi ekonomi.  “Mau itu promosi film, promosi kopi, promosi pariwisata dan lain-lain. Kita akan pakai tagline ‘Indonesia sebagai kepulauan penghasil rempah-rempah dunia’, ini mengacu ke sejarahnya,” terangnya.(ADI)