KKAB dan Baracuda Diving Club Bersih-bersih Sampah di Teluk Zonegat Pulau Banda

by

TERASMALUKU.COM,-BANDA-Puluhan anak-anak muda yang tergabung dalam Kelompok Kreatif Anak Banda (KKAB) bersama Baracuda Diving Club (BDC) menggelar aksi bersih-bersih sampah di pantai hingga laut Teluk Zonegat, Pulau Banda, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (21/2/2021).

Lewat aksi ini, setidaknya mereka berhasil mengumpulkan sebanyak 40 karung ukuran 25 Kg sampah yang didominasi sampah plastik.

Sekedar tahu, KKAB sendiri merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan dan pendidikan sejak 2015 silam. Sementara Barcuda Diving Club merupakan organisasi bentukan Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Sjahir yang juga aktif dalam aksi lingkungan.

Sekretaris KKAB, Iqbal Djohar mengatakan, aksi bersih-bersih sampah di kawasan teluk antara Pulau gunung api dan Pulau Neira yang dinamani Marine Debris ini dilangsungkan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021. “Jadi ini dalam rangka memperingati HPSN 2021,”terangnya Minggu malam.

Dipilihnya lokasi tersebut kata Iqbal menambahkan karena teluk yang merupakan jalur keluar masuk arus yang membawa sampah buangan masyarakat yang dibuang di laut. “Jadi memang di Teluk Zonegat ini sampah banyak mengapung. Karena sampah yang dibuang masyarakat ke laut itu terbawa arus ke teluk ini,”sambungnya.

Foto : KKAB

Sampah yang berhasil dikumpulkan lewat aksi bersih-bersih ini kata dia selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang letaknya tak jauh dari Bandara Banda Neira. “Jadi sebelum sampah dibuang ke TPA, kita pilah-pilah terlebih dahulu. Sampah yang bisa didaur ulang seperti botol plastik kita pisahkan untuk kita daur ulang. Sementara yang tidak bisa di daur ulang, kita buang ke TPA,”ungkapnya.

Tidak dipungkirinya, dengan melihat banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan baik itu dari pesisir maupun laut, tingkat kesadaran masyarakat di Banda dalam hal membuang sampah pada tempatnya terbilang masih sangat rendah.

Hal ini tidak terlepas dari masih minimnya tempat pembuangan sampah yang disediakan di masing-masing desa. Padahal, kata dia di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Banda, khususnya di Pulau Neira sudah memiliki Program Penanggulangan Sampah. “Jadi memang tingkat kesadaran masyarakat itu masih sangat kurang,”cetusnya.

Maka dari itu, diungkapkannya, dalam rangka menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, KKAB bakal membuat program perubahan perilaku masyarakat Banda sadar sampah.

Program ini akan diterapkan pada salah satu desa yang nantinya akan dijadikan desa percontohan program perubahan perilaku masyarakat Banda sadar sampah. “Jadi istilahnya kita uji coba di satu desa terlebih dahulu. Harapannya jika berhasil maka akan dijadikan desa percontohan program ini,”tandasnya. (Ruzady)