Klarifikasi PLN Terkait Dugaan Ada Limbah Penyebab Ikan Mati

by
Ikan mati di keramba milik warga Kampung Kolam, Hative Kecil usai ada perubahan warna air di sekitarnya, (11/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Dugaan adanya cemaran limbah dari PLTD dibantah pihak PLN. Usai menerima laporan dari warga perihal ikan mati, petugas di PLTD lantas mengambil sampel dan meninjau sekitar lokasi keramba ikan.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku Maluku Utara, Ramly Malawat memberi penjelasn terkait dugaan tersebut.

“Kalau limbah, limbah kita sudah punya pengolahan khusus dan diawasi oleh kementerian lingkungan hidup. sudah ada ISOnya juga,” terang Ramly kepada wartawan Jumat (11/6/2021).

Dia menjelaskan sudah ada bak penampung khusus limbah di PLTD. Dan lagi sudah sekitar seminggu alat-alat di sana tidak beroeprasi. Berikut runut klarifikasi pihak PLN.

Pada Selasa (8/6/2021), ULPLTD Hative Kecil menerima laporan warga Kampung Kolang Negeri Desa Hative Kecil. Itu terkait dugaan pencemaran air laut yang berwarna merah dan menyebabkan ikan jenis Bubara di keramba mati.

Warga yang melaporkan menduga pencemaran dikarenakan dari proses produksi di PLTD Hative Kecil. Menindaklanjuti laporan warga, petugas PLTD Hative Kecil melakukan pengecekan langsung.

Setibanya di sana tidak menemukan indikasi adanya pencemaran yang dihasilkan dari Limbah B3 baik dilokasi dekat keramba milik Warga tersebut maupun dilokasi saluran keluar pembuangan air pendingin Mesin.

Namun hanya menemukan adanya gumpalan gumpalan berwarna merah kecoklatan pada permukaan air laut yang kemudian diambil sampelnya untuk di lakukan Uji Laboratorium.

Sehingga dari pihak ULPLTD menyampaikan kewarga tersebut bahwa mesin terakhir beroperasi pada tanggal 31 Mei 2021 dan sudah memastikan tidak adanya pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi tersebut.

Pihak ULPLTD juga menyampaikan dugaan bahwa kejadian tersebut juga bisa disebabkan oleh Plankton beracun.

Kemungkinan lain, cemaran itu bisa berasal dari aktivitas pembongkaran material kapal di pesisir pantai.

Lokasinya tepat di sebelah pusat Oleh Oleh Ikan Asar seperti yang terpantau pada hari tersebut. Namun untuk memastikan dugaan tersebut juga masih menunggu hasil uji laboratorium. (PRISKA BIRAHY)