Klaster Perkantoran Dominasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Maluku

by
FOTO : SATGAS COVID-19 MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dalam sembilan hari terakhir terhitung 1-9 Oktober, di Maluku terjadi peningkatan sebanyak 494 kasus baru. Terbanyak berasal dari Kota Ambon yang mencatatkan peningkatan 265 kasus. Sementara pasien sembuh di Maluku dalam rentang waktu yang sama tercatat 175 orang.

Hingga Jumat 9 Oktober, data Satuan Tugas ( Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku mencatat jumlah kasus terkonfirmasi di Maluku mencapai 3.353 kasus. Dari jumlah total itu, 1.277 pasien dalam perawatan, sembuh 2.034 dan meninggal 42.

Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan lonjakan kasus terkonfirmasi di Maluku dalam sembilan hari terakhir ini sebagian besar berasal dari klaster perkantoran.

“Lebih banyak dari klaster perkantoran karena banyak kantor-kantor di Ambon juga lakukan swab massal selain kita di provinsi. Makanya dalam minggu awal Oktober ini positif ratenya itu sekitar 20-21 persen artinya dari 100 kasus yang diperiksa, 20 terindikasi positif,”jelasnya saat dikonfirmasi via seluler Jumat (9/10/2020).

Dengan melihat kondisi ini, Kasrul mewanti-wanti agar semua kalangan untuk lebih berhati-hati. “Virus ini memang sudah ada dimana-mana, jadi hati-hatilah,”ingatnya.

Loading...

Menyinggung langkah-langkah pengananan yang ditempuh Satgas Covid dalam menekan lonjakan kasus covid di Maluku, Kasrul menyebutkan Satgas Covid-19 Maluku saat ini tengah melakukan kampanye agar semua lapisan masyarakat taati protokol kesehatan. Yakni pakai masker dan jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, terapkan pola hidup sehat hingga selalu berdoa minta pertolongan dan lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita sekarang lagi dikampanyekan iman, aman dan imun. Iman itu banyak berdoa, aman itu jaga jarak, pakai masker taati protokol kesehatan dan imun itu makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur,”jelasnya.

Tidak hanya itu saja, edukasi kepada masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku sesuai protokol kesehatan juga dilakukan lewat relawan-relawan yang ada di kabupaten/kota.

“Relawan ini fisiknya ada di kabupaten/kota, sementara kita (provinsi) berupaya ciptakan suasana supaya masing-masing orang jadi relawan buat dirinya, keluarganya dan lingkungan, mensosialisasi dan mengedukasi kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *