KNPI Maluku Minta Maaf Atas Peristiwa di Gong Perdamaian

by
Ketua DPD KNPI Maluku Faisal Saihitua (berkopiah) bersama pengurus KNPI Maluku memberikan keterangan per, Selasa (30/1). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menyampaikan permintaan  maaf kepada peserta National Interfaith Youth Camp (NIYC) atau perkemahan pemuda nasional lintas iman atas insiden yang terjadi di Gong Perdamaian Dunia (GPD) Senin (29/1). KNPI Maluku juga menyampaikan permintaan maaf kepada media di Maluku atas postingan seorang pengurus KNPI Maluku di akun facebooknya  yang melecehkan pekerja media.

Permintaan maaf kepada peserta  perkemahan pemuda nasional lintas iman  disampaikan langsung Ketua DPD KNPI Maluku Faisal Saihitua bersama pengurusnya yang  mendatangi  lokasi perkemanahan  di Pantai Liang Kecamatan Salahutu  Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (30/1).

Loading…

“Saya bersama  pengurus mendatangi peserta di Pantai Liang dan saya atas nama pribadi serta KNPI Maluku menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Kita sudah sama-sama saling menerima permintaan maaf baik dari NIYC dan KNPI Maluku terkait dengan insiden di GPD itu,” kata Faisal dalam keterangan pers, Selasa petang.

BACA JUGA : Pengurus KNPI Maluku Usir Peserta Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman Dari GPD

Seperti diketahui, seorang oknum  pengurus KNPI Maluku mengusir dan membentak  peserta perkemahan pemuda nasional lintas iman yang mengunjungi GPD sebagain bagian dari kegiatan mereka di Ambon. Pengurus KNPI melarang peserta perwakilan pemuda dari berbagai provinsi itu  berfoto di lokasi gong yang menjadi salah satu icon dan simbol perdamaian warga Maluku ini. Pengurus KNPI beralasan lokasi gong perdamaian  sudah dipakai untuk persiapan pelantikan pengurus DPD KNPI Maluku.

Terkait dengan oknum pengurus KNPI  yang mengusir para peserta, Faisal mengatakan, pengurus tersebut akan diproses sesuai dengan aturan dan mekanisme di KNPI Maluku. “Sesuai dengan kesalahan kita akan menyurati yang bersangkutan dan akan memberikan sanksi organisasi terhadap okum tersebut, dan hal ini dilakukan agar dapat menjadi pelajaran berharga bagi dia,” katanya.

Dalam keterangan pers ini juga  Faisal menyampaikan permohonan maaf kepada pers di Maluku atas postingan seorang pengurus KNPI Maluku Husniyati Utamy Abbas dalam akun facebook miliknya yang dinilai melecehkan pekerja media di Maluku. Postingan Utamy itu sebagai respon atas pemberitaan sejumlah media Maluku terhadap insiden pengusiran  peserta perkemahan pemuda nasional lintas iman di GPD.

“Kami juga atas nama pribadi dan KNPI Maluku menyampaikan permohona maaf atas postingan dari seorang pengurus KNPI di akun media sosialnya yang sangat menyakiti rekan – rekan media di Maluku. Kami  berharap permohonan maaf ini dapat diterima rekan – rekan media,” kata Faisal.

Husniyati Utamy Abbas yang juga hadir dalam kesempatan ini menyampaikan permintaan maaf kepada media  atas postingan di akun facebooknya yang menghina serta  menyinggung perasaan pekerja media  di Maluku. “Dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta maaf atas postingan yang telah saya lakukan di media sosial semoga permintaan maaf ini dapat diterima oleh semua pihak,” katanya sambil menangis tersedu-sedu.

Sementara itu kalangan jurnalis di Kota Ambon lewat Maluku Media Center (MMC) Selasa (30/1) melaporkan Utamy ke Polda Maluku atas postingannya itu. Dengan pelaporan ini, para jurnalis minta polisi memproses masalah ini agar ada efek jera bagi pelaku dan memberikan edukasi bagi public dalam penggunaan media sosial serta menghormati pekerja media. (IAN)